AI Perlu Dimanfaatkan untuk Mencegah Aksi Teror

Jum'at, 26 Juli 2024 - 10:41 WIB
loading...
AI Perlu Dimanfaatkan...
Ketua PBNU Bidang Media, IT & Advokasi, Mohamad Syafi Alielha atau Savic Ali. FOTO/IST
A A A
JAKARTA - Teknologi Artificial Intelligence atau yang sering disebut dengan AI telah menjadi suatu disrupsi budaya dan peradaban manusia. Sayang, kemudahan yang ditawarkan AI disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu untuk memfasilitasi sebaran konten dengan muatan yang menyesatkan, intoleran, dan bahkan radikal.

Ketua PBNU Bidang Media, IT & Advokasi, Mohamad Syafi' Alielha atau yang akrab disapa dengan Savic Ali, mengatakan, AI telah menjadi daya tarik bagi banyak pihak di dunia. Menurutnya, AI sebenarnya telah dikembangkan sejak beberapa tahun silam, salah satunya untuk keperluan surveillance atau pengawasan terhadap potensi terjadinya kejahatan.

"Beberapa jenis keperluan seperti pelacakan kartu kredit, catatan pembelian tiket pesawat, atau yang sejenisnya, dapat digunakan menjadi data pendukung dalam pengambilan kesimpulan. Namun, kemampuan manusia tentu sangat terbatas dalam hal ini karena begitu banyaknya data yang harus diperiksa dalam kurun waktu yang sangat singkat," kata Savic Ali di Jakarta, Kamis (25/7/2024).

Ia menjelaskan, kemampuan pengambilan kesimpulan secara cepat seringkali jadi faktor penentu pengungkapan kasus kriminal. Hal ini bertujuan agar penegak hukum tidak kecolongan oleh para pelaku kejahatan yang menutupi perbuatannya terlebih dulu, sebelum berhasil diungkap dan dibuktikan.

Tren dalam berbagai bidang, termasuk supremasi hukum, kata Savic, saat ini menuju ke arah pemanfaatan AI dalam pelaksanaannya. Urgensi penggunaan AI juga disebabkan oleh para pelaku teror yang ikut menjadikan AI sebagai alat propaganda sesatnya. Berbagai teknik seperti deepfake dan chatbot nyatanya menjadi kemudahan bagi kelompok intoleran dan radikal untuk mendistorsi persepsi publik.

"Walaupun demikian, saya kira akan tetap ada kesadaran publik bahwa memang sebaran hoaks cenderung lebih banyak jika dibandingkan sebelum maraknya AI. Diperlukan kedewasaan masyarakat ketika menemukan sesuatu yang dianggap tidak masuk akal, jangan lantas percaya. Sampai dengan saat ini, belum marak penyuntingan audio visual menggunakan teknik deepfake yang ditujukan khusus untuk sabotase atau aksi teror, karena masih mudah untuk dibedakan mana produk asli dan mana yang buatan AI," kata Savic Ali.

Selain itu, Savic juga menggarisbawahi banyak orang di internet secara internasional melakukan fact-checking terhadap konten-konten yang dianggap janggal. Ini sangat bermanfaat karena dapat membantu menetralisir sebaran konten bohong atau yang menyesatkan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ferdinand: Pernyataan...
Ferdinand: Pernyataan Tiyo Soal Teror Alat Penyadap Masuk Kategori Penyebaran Hoaks
Masalah Hukum Penggunaan...
Masalah Hukum Penggunaan Artificial Intelligence
Slopaganda: Propaganda...
Slopaganda: Propaganda Massal di Era AI
AI Juru Selamat atau...
AI Juru Selamat atau Kepunahan Pekerja Industri Kreatif?
Dikuntit OTK, Islah...
Dikuntit OTK, Islah Bahrawi Sebut Polanya Mirip Kasus Andrie Yunus
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
MICoCS 2026: Akademisi...
MICoCS 2026: Akademisi Dunia Kupas Tantangan AI bagi Industri Media dan Komunikasi
AI Analytics-Trade Flow...
AI Analytics-Trade Flow Siapkan Keputusan Investasi buat Pemula
Perusahaan APAC Berlomba...
Perusahaan APAC Berlomba Adopsi AI, Data Gudang Masih Jadi Hambatan
Rekomendasi
Sekolah untuk Robot...
Sekolah untuk Robot Humanoid Resmi Dibuka, Ini Pelajarannya
Spanyol Gunduli Austria,...
Spanyol Gunduli Austria, Mikel Oyarzabal Cetak Brace
Koops TNI Habema Evakuasi...
Koops TNI Habema Evakuasi Jenazah Pilot PT AMA Air Korban Penembakan di Yahukimo
Berita Terkini
Imparsial Minta Polisi...
Imparsial Minta Polisi dan Komnas HAM Ikut Usut Kematian 5 Calon Manajer Kopdes
1 Polisi Gugur dan 2...
1 Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Residivis Narkoba, Bareskrim Buru Bandar
Brigjen Pol LMI Jadi...
Brigjen Pol LMI Jadi Tersangka Korupsi MBG, Pengamat Apresiasi Sikap Tegas Polri
Mendorong Kebijakan...
Mendorong Kebijakan Energi Berkelanjutan Demi Lingkungan dan Kesejahteraan
Polda Metro Jaya Optimistis...
Polda Metro Jaya Optimistis Praperadilan Roy Suryo Ditolak Hakim
OTT di Sumut, KPK Tangkap...
OTT di Sumut, KPK Tangkap Bupati Langkat Syah Afandin
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved