AI Juru Selamat atau Kepunahan Pekerja Industri Kreatif?

Rabu, 10 Juni 2026 - 16:58 WIB
loading...
AI Juru Selamat atau...
Agung Pratama Wiguna, Mahasiswa Pascasarjana Universitas Padjajaran. Foto/istimewa
A A A
Agung Pratama Wiguna
Mahasiswa Pascasarjana Universitas Padjajaran

MASIH ingatkah kita akan kasus Amsal Sitepu? Sebuah kasus yang sempat menghebohkan jagad dunia maya dan juga menghebohkan berbagai Kanal berita di Indonesia. Dilansir dari media online, Amsal sempat dijerat dengan pasal 3 juncto pasal 18 UU No.31 Tahun 199 sebagaimana telah diubah dengan UU No.20 Tahun 2001 tetang pemberantasan tindak pidana korupsi dengan tuntutan 2 tahun penjara dan denda Rp50.000.000 atas dugaan mark up atau penggelembungan anggaran untuk pembuatan video profil desa.

Menariknya, banyak sekali pengamat hukum yang menilai janggal dikarenakan perhitungan kerugian negara dinilai tidak logis, terutama ketika sejumlah komponen jasa kreatif seperti ide, editing hingga dubbing dinilai 0 rupiah. Dalam kasus ini, dapat dilihat bahwa item item kreatif yang dahulu dinilai berharga akibat proses kreatif yang dilalui kini dinilai sebagai hal yang mudah didapatkan akibat perkembangan tekhnologi dalam bentuk Artificial Intelligence atau yang kerap kali disebut AI.

Manifestasi dari ledakan teknologi AI terekam jelas dalam ruang digital Indonesia. Media sosial belakangan ini dibanjiri oleh produk-produk visual berbasis algoritma AI. mulai dari poster film fiktif, Editing video gratis dan langsung siap pakai, iklan komersial sinematik, visualisasi konsep acara instan, Voice Over gratis, hingga video kampanye politik yang viral di platform TikTok dan Instagram. Hal ini membawa implikasi pada apa yang disebut sebagai demokratisasi kreativitas, sebuah kondisi di mana kemampuan dan alat untuk menciptakan karya kini bisa diakses dan digunakan oleh siapa saja.

Para pelaku usaha kecil kini memiliki daya tawar untuk memproduksi materi promosi berkomposisi estetika tinggi hanya bermodalkan untaian kalimat perintah (prompting), tanpa harus mengalokasikan anggaran besar untuk menyewa agensi komunikasi profesional bahkan ada juga yang gratis. Ruang siber pun dipenuhi oleh narasi-narasi menggiurkan yang mengagungkan efisiensi, seperti reduksi waktu pembuatan desain menjadi hitungan menit, klaim kepunahan profesi desainer, hingga argumen bahwa agensi kreatif konvensional yang mahal sudah kehilangan relevansinya di pasar.

Lanskap industri kreatif di Indonesia saat ini sedang dipaksa untuk beradaptasi di tengah pusaran dua gelombang makro yang masif: ketidakpastian ekonomi global dan revolusi Artificial Intelligence (AI). Dalam beberapa tahun terakhir, dinamika pasar domestik ditandai oleh fenomena pelik, mulai dari gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di sektor digital, eskalasi biaya produksi korporasi, hingga pelemahan daya beli masyarakat secara makro. Namun, di tengah tekanan kontraksi ekonomi tersebut, teknologi AI generatif justru mencatatkan kurva pertumbuhan yang eksponensial dan secara radikal mulai merombak total struktur industri kreatif nasional.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Pesantren dan AI, Cucun...
Pesantren dan AI, Cucun Tekankan Pentingnya Etika serta Nilai Keagamaan dalam Teknologi
Teknologi Digital, AI,...
Teknologi Digital, AI, dan Konektivitas Global Lahirkan Ekosistem Gig Economy
Hadapi Dominasi China...
Hadapi Dominasi China Dalam Ranah Digital, Indonesia Diimbau Waspadai Risiko Ketergantungan
Talenta Digital harus...
Talenta Digital harus Diperkuat untuk Kedaulatan Digital dan Ketahanan Nasional
Hasan Nasbi Dorong Mahasiswa...
Hasan Nasbi Dorong Mahasiswa Fisip Unpas Lebih Kritis Hadapi Disrupsi Digital
Enam Tahun Penerjemahan,...
Enam Tahun Penerjemahan, Alkitab Bahasa Sunda Kini Hadir dalam Format Cetak dan Digital
Cover Musik Jadi Cara...
Cover Musik Jadi Cara Generasi Digital Menunjukkan Kreativitas
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Rekomendasi
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Solusi Atasi Sampah...
Solusi Atasi Sampah Laut, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Hadirkan Kapal Pintar ke Pesisir Bali
Dibully Sampai Hidupnya...
Dibully Sampai Hidupnya Hancur, Ini Balas Dendam Anna di Microdrama V+Short She Was Never Gone
Berita Terkini
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
Tersangka Kasus Ijazah...
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Desak Polisi Buat Kepastian Hukum
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
Kecam Ketimpangan Layanan...
Kecam Ketimpangan Layanan Dialisis, KPCDI Desak Pemerintah Benahi Sistem
Pengacara Jokowi: Ada...
Pengacara Jokowi: Ada Dugaan Manipulasi Bukti Elektronik dalam Kasus Ijazah Jokowi
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Infografis
4.000 Karyawan Bank...
4.000 Karyawan Bank Terbesar Asia Tenggara akan Digantikan AI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved