Kontroversi Kunjungan Generasi Muda Nahlatul Ulama ke Israel

Jum'at, 19 Juli 2024 - 13:17 WIB
loading...
A A A
Hingga kini, konflik kekerasan tersebut masih terjadi. Humanitarian pause setelah dua bulan terwujud dan tampaknya perang akan berlangsung lagi dengan dalih Israel mempertahankan diri. Tidak ada tanda-tanda dalmai dalam waktu dekat. Di tengah kecaman dunia internasional, termasuk Muslim di Indonesia, wajar kepergian lima generasi muda ini dianggap sebagai pengkhianatan dan dukungan kepada Israel.

Selain sebagai warga dan pengurus NU yang berangkat, sejatinya mereka juga ditemani beberapa pegiat kerukunan lainnya dari agama lain, seperti Kristen dan Yahudi. Namun, tampaknya yang mendapat reaksi keras hanyalah generasi muda NU. Pihak PBNU sendiri cukup keras bereaksi bahkan diancam dengan sanksi organisasi.

Sebagai kesimpulan, penulis berargumen bahwa meskipun mungkin ada sedikit manfaat yang dipetik oleh para aktivis tersebut, kunjungan mereka dilakukan pada tempat dan waktu yang tidak tepat. Lebih jauh, kunjungan tersebut lebih banyak mudarat tinimbang manfaatnya.

Kunjungan tersebut pada akhirnya dapat dimaknai sebagai keberpihakan. Namun, kecaman dan penghakiman yang terlalu berlebihan juga seharusnya tidak dilakukan karena dapat mendemoralisasi passion mereka sebagai generasi muda pegiat damai dan kerukunan.

Notes: pandangan ini murni pandangan pribadi dan tidak mewakili pandangan resmi satu lembaga tertentu dari afiliasi penulis.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Analisa Hukum Putusan...
Analisa Hukum Putusan Perkara Nadiem Makarim
HUT Bhayangkara: Mampukah...
HUT Bhayangkara: Mampukah Polri Melindungi Kritik Tanpa Mengkriminalisasi Warga?
Bumi Eropa Membara,...
Bumi Eropa Membara, Dunia Memilih Bisu: Pelajaran dari Gelombang Panas yang Tak Lagi Anomali
Histeria Ojol dan Kerentanan...
Histeria Ojol dan Kerentanan Ekstrem Pekerja 'Gig Economy'
B50: Strategi Diplomasi...
B50: Strategi Diplomasi Sawit Berkelanjutan
Narkoba, Masa Depan...
Narkoba, Masa Depan Bangsa, dan Kerja Sama Internasional
Israel Ternyata Coba...
Israel Ternyata Coba Habisi 2 Negosiator Utama Iran, Ini yang Dilakukan AS
Iran Peringatkan AS...
Iran Peringatkan AS dan Israel Jangan Serang Prosesi Pemakaman Khamenei!
Mojtaba Disebut Tak...
Mojtaba Disebut Tak Akan Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, Ini Alasannya
Rekomendasi
BNN dan Bea Cukai Gagalkan...
BNN dan Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 3,37 Ton Kuncup Bunga Kanabis Asal Thailand
Prancis Kerahkan Kapal...
Prancis Kerahkan Kapal Pemburu Ranjau di Selat Hormuz
Krisis Keuangan, PBB...
Krisis Keuangan, PBB Terancam Bangkrut
Berita Terkini
FSP BUMN Bersatu Sebut...
FSP BUMN Bersatu Sebut Gelombang PHK Cerminkan Persoalan Struktural Ekonomi Nasional
BMKG: 48,9% Wilayah...
BMKG: 48,9% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau, Puncaknya Juli-September 2026
Retorika Visual Diplomasi...
Retorika Visual Diplomasi Prabowo dan Lukashenko
KPK: Bupati Langkat...
KPK: Bupati Langkat Minta Upeti Proyek hingga Terima Gratifikasi Pengadaan Seragam Sekolah
AAI Satukan Kepengurusan...
AAI Satukan Kepengurusan lewat Munaslub Bersama di Jakarta
2 Brigjen Naik Jadi...
2 Brigjen Naik Jadi Irjen Pol usai Dapat Promosi Jabatan pada Juni 2026, Ini Nama dan Profilnya
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved