Modernisasi Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Penting untuk Perpanjang Usia Pakai
Kamis, 11 Juni 2026 - 09:39 WIB
loading...
Pembaruan dan modernisasi Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi dari Italia dinilai penting. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Akuisisi Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi dari Italia memicu pro dan kontra di kalangan masyarakat. Salah satunya terkait dengan refurbishment atau pembaruan dan modernisasi agar kapal ini dapat berfungsi maksimal sesuai kebutuhan dan bagaimana memanfaatkannya secara maksimal.
Pemerintah Indonesia dikabarkan menyiapkan anggaran hingga sekitar Rp7,2 hingga Rp7,5 triliun untuk dapat membuat kapal berusia 43 tahun ini menjadi kekuatan kapal induk yang dapat beroperasi optimal mendukung kekuatan militer Indonesia.
Hal itu terungkap dalam Podcast yang digelar Marapi Consulting & Advisory yang dihadiri pengamat militer Gerry Soejatman dan Konsultan Marapi Consulting & Advisory Alman Hevas Ali.
Baca juga: 5 Alasan Italia Menjual Kapal Induk Giuseppe Garibaldi, Salah Satunya Kuno dan Ketinggalan Zaman
“Kita perlu membagi dua kategori Kapal Induk, yaitu yang dapat beroperasi sebagai kekuatan utama sepenuhnya dengan kemampuan air wings yang mumpuni, untuk gelar operasi dari atas kapal (air to air, air patrol, air screen, land attack) dan ada jenis light aircraft carrier seperti yang dipakai di Ingggris, lalu semakin mengecil ke helicopter carrier, di mana ITS Giuseppe Garibaldi masuk dalam kelas ini.” katanya, Kamis (11/6/2026).
Gerry menyebut perlu hati-hati dalam memahami kapal induk sehingga bisa dimanfaatkan untuk tujuan operasi yang tepat seperti apa. Kapal induk yang dimiliki Indonesia termasuk kategori kapal induk ringan, bukan untuk sebuah gelar operasi skala massif seperti punya Amerika Serikat.
Pemerintah Indonesia dikabarkan menyiapkan anggaran hingga sekitar Rp7,2 hingga Rp7,5 triliun untuk dapat membuat kapal berusia 43 tahun ini menjadi kekuatan kapal induk yang dapat beroperasi optimal mendukung kekuatan militer Indonesia.
Hal itu terungkap dalam Podcast yang digelar Marapi Consulting & Advisory yang dihadiri pengamat militer Gerry Soejatman dan Konsultan Marapi Consulting & Advisory Alman Hevas Ali.
Baca juga: 5 Alasan Italia Menjual Kapal Induk Giuseppe Garibaldi, Salah Satunya Kuno dan Ketinggalan Zaman
“Kita perlu membagi dua kategori Kapal Induk, yaitu yang dapat beroperasi sebagai kekuatan utama sepenuhnya dengan kemampuan air wings yang mumpuni, untuk gelar operasi dari atas kapal (air to air, air patrol, air screen, land attack) dan ada jenis light aircraft carrier seperti yang dipakai di Ingggris, lalu semakin mengecil ke helicopter carrier, di mana ITS Giuseppe Garibaldi masuk dalam kelas ini.” katanya, Kamis (11/6/2026).
Gerry menyebut perlu hati-hati dalam memahami kapal induk sehingga bisa dimanfaatkan untuk tujuan operasi yang tepat seperti apa. Kapal induk yang dimiliki Indonesia termasuk kategori kapal induk ringan, bukan untuk sebuah gelar operasi skala massif seperti punya Amerika Serikat.
Lihat Juga :