Sandiaga Nilai Start Up dan UMKM Bisa Jadi Penyelamat Ekonomi Nasional
Sabtu, 22 Agustus 2020 - 22:06 WIB
loading...
A
A
A
Sandi menyebut seluruh produk dalam e-commerce justru didominasi komoditas dari Tiongkok. Hal ini menjadi pekerjaan rumah yang harus dihadapi bersama, baik pemerintah maupun kalangan pengusaha. (Baca juga: Kader PDIP Komitmen Dukung Pemerintah Hadapi Corona)
Dia menjelaskan saat ini Start Up, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berkontribusi besar terhadap ekonomi Indonesia. Untuk itu, UMKM harus dibenahi untuk memperbaiki ekonomi Indonesia. "Siapa yang harus menghadirkan solusi tersebut? ya kita semua harus siap dan menghadirkan berbagai inovasi,” tandasnya.
Sandi memprediksi bisnis penyediaan ventilator, obat-obatan penanganan Covid-19, vaksin, hingga jamu bakal terus berkembang ke depan. Selain itu, usaha terkait telekonferensi dan bisnis digital dianggap tetap menjanjikan. Usaha sektor hukum dan industri berbasis energi ramah lingkungan, baik energi baru dan energi terbarukan, juga dipercaya tetap dapat hidup. "Ini semua merupakan bagian dari tiga tren utama yang hadir dan terakserealisasi oleh Covid-19," paparnya.
Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Gerindra Kamrussamad mengatakan, selama pandemi ini, ada peningkatan e-commerce. Selain yang naik dari start up di bidang penjualan, tetapi justru ada peningkatan hingga 300% dari start up di bidang kesehatan. “Kalau yang jatuh tentunya ada travel karena ada peningkatan refund sehingga sangat merugikan,” katanya.
Menurut dia, pembayaran digital juga semakin meningkat, begitu juga dengan telemedik dan ada juga dengan pengiriman produk e-commerce. “Ada juga penjualan sayur dan buah yang meningkat, sehingga ini menjadi oportunitiy untuk dikembangkan,” paparnya.
Dia menjelaskan saat ini Start Up, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berkontribusi besar terhadap ekonomi Indonesia. Untuk itu, UMKM harus dibenahi untuk memperbaiki ekonomi Indonesia. "Siapa yang harus menghadirkan solusi tersebut? ya kita semua harus siap dan menghadirkan berbagai inovasi,” tandasnya.
Sandi memprediksi bisnis penyediaan ventilator, obat-obatan penanganan Covid-19, vaksin, hingga jamu bakal terus berkembang ke depan. Selain itu, usaha terkait telekonferensi dan bisnis digital dianggap tetap menjanjikan. Usaha sektor hukum dan industri berbasis energi ramah lingkungan, baik energi baru dan energi terbarukan, juga dipercaya tetap dapat hidup. "Ini semua merupakan bagian dari tiga tren utama yang hadir dan terakserealisasi oleh Covid-19," paparnya.
Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Gerindra Kamrussamad mengatakan, selama pandemi ini, ada peningkatan e-commerce. Selain yang naik dari start up di bidang penjualan, tetapi justru ada peningkatan hingga 300% dari start up di bidang kesehatan. “Kalau yang jatuh tentunya ada travel karena ada peningkatan refund sehingga sangat merugikan,” katanya.
Menurut dia, pembayaran digital juga semakin meningkat, begitu juga dengan telemedik dan ada juga dengan pengiriman produk e-commerce. “Ada juga penjualan sayur dan buah yang meningkat, sehingga ini menjadi oportunitiy untuk dikembangkan,” paparnya.
Lihat Juga :