Sandiaga Nilai Start Up dan UMKM Bisa Jadi Penyelamat Ekonomi Nasional
Sabtu, 22 Agustus 2020 - 22:06 WIB
loading...
Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Gerindra Kamrussamad berbincang dengan pengusaha Sandiaga Uno. FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Pengusaha Sandiaga Uno meminta Start Up dan UMKM tidak menyerah dalam menghadapi pandemi virus corona (Covid-19). Dia menilai, sejumlah peluang usaha masih bisa dijalankan di tengah segala keterbatasan saat ini.
Menurut dia, guna bertahan di tengah pandemi ini, maka inovasi adalah salah satu kunci dalam bertahan bagi semua bidang usaha. "Kuncinya innovation fast. Pada masa pandemi ini bagaimana kita berinovasi secara cepat dan mampu untuk menjawab tantangan yang kita hadapi," katanya. (Baca juga: Update Corona: 151.498 Positif, 105.198 Sembuh dan Meninggal 6.594 Orang)
Dia menegaskan, inovasi harus hadir pada setiap langkah bagi seorang pengusaha. Dia memahami publik dibebani masalah pangan, biaya listrik, hingga biaya kuota internet dan pulsa. Namun, dia percaya masih ada solusi atas masalah ini.
Dia mengingatkan Indonesia masih menjadi pasar terbesar di Asia Tenggara untuk produk pertanian dan barang konsumsi. Bahkan, nilai transaksi penjualan online atau e-commerce di Indonesia mencapai USD21 miliar (Rp309 triliun) sehingga menjadi yang terbesar di ASEAN. (Baca juga: Fokus Atasi Corona, Istana Tegaskan Tak Ada Wacana Reshuffle Kabinet)
Menurut dia, guna mengembangkan usaha tentunya harus menentukan tingkat risiko kesehatan dari setiap jenis pekerjaan. Tentukan juga tingkat risiko kesegaran dengan mengidentifikasi pekerjaan mana yang bersifat contac intensive atau intensitas kontak atau persentuhannya tinggi. “Selanjutnya tentukan juga jenis pekerjaan apa yang berpengaruh besar pada perekonomian,” ujarnya.
Menurut dia, guna bertahan di tengah pandemi ini, maka inovasi adalah salah satu kunci dalam bertahan bagi semua bidang usaha. "Kuncinya innovation fast. Pada masa pandemi ini bagaimana kita berinovasi secara cepat dan mampu untuk menjawab tantangan yang kita hadapi," katanya. (Baca juga: Update Corona: 151.498 Positif, 105.198 Sembuh dan Meninggal 6.594 Orang)
Dia menegaskan, inovasi harus hadir pada setiap langkah bagi seorang pengusaha. Dia memahami publik dibebani masalah pangan, biaya listrik, hingga biaya kuota internet dan pulsa. Namun, dia percaya masih ada solusi atas masalah ini.
Dia mengingatkan Indonesia masih menjadi pasar terbesar di Asia Tenggara untuk produk pertanian dan barang konsumsi. Bahkan, nilai transaksi penjualan online atau e-commerce di Indonesia mencapai USD21 miliar (Rp309 triliun) sehingga menjadi yang terbesar di ASEAN. (Baca juga: Fokus Atasi Corona, Istana Tegaskan Tak Ada Wacana Reshuffle Kabinet)
Menurut dia, guna mengembangkan usaha tentunya harus menentukan tingkat risiko kesehatan dari setiap jenis pekerjaan. Tentukan juga tingkat risiko kesegaran dengan mengidentifikasi pekerjaan mana yang bersifat contac intensive atau intensitas kontak atau persentuhannya tinggi. “Selanjutnya tentukan juga jenis pekerjaan apa yang berpengaruh besar pada perekonomian,” ujarnya.
Lihat Juga :