HNW: Pemerintah Harus Hadir Selesaikan Judi Online
Selasa, 18 Juni 2024 - 10:35 WIB
loading...
Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid (HNW) mengatakan pemerintah harus hadir menyelesaikan masalah judi online (judol). Foto/Achmad Al Fiqri
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid (HNW) mengatakan pemerintah harus hadir menyelesaikan masalah judi online (judol). Sebab, judol dianggap sangat berbahaya untuk keberlangsungan bangsa Indonesia.
“Bahwa judi online ini sangat berbahaya, dan karenanya pemerintah harus hadir untuk menyelesaikannya,” kata HNW saat memberi sambutan di acara Tebar Kurban di DPP PKS, Jakarta Selatan, Selasa (18/6/2024).
HNW menuturkan, masyarakat terdampak judol sudah menyasar 3,5 juta masyarakat. Dari jumlah itu, kata HNW, 80% merupakan masyarakat dari kalangan bawah.
Baca juga: Pernyataannya soal Korban Judi Online Dapat Bansos Jadi Polemik, Muhadjir Beri Penjelasan
"Sehingga memang menjadi permasalahan yang penting untuk kita pertimbangkan terkait dengan dimensi akal dan moral. Apalagi bila kita ketemu dengan kata yang lain yang disampaikan oleh KPAI yang katakan bahwa sudah 3 tahun terakhir Indonesia darurat pornografi anak," tutur HNW.
HNW pun mengatakan bahwa salah satu contoh masalah pornografi yakni seorang ibu lecehkan anak kandungnya demi uang Rp15 juta di Tangerang Selatan beberapa waktu lalu. Selain itu, ia menuturkan, ada juga kasus seorang bapak melecehkan anak kandung.
“Bahwa judi online ini sangat berbahaya, dan karenanya pemerintah harus hadir untuk menyelesaikannya,” kata HNW saat memberi sambutan di acara Tebar Kurban di DPP PKS, Jakarta Selatan, Selasa (18/6/2024).
HNW menuturkan, masyarakat terdampak judol sudah menyasar 3,5 juta masyarakat. Dari jumlah itu, kata HNW, 80% merupakan masyarakat dari kalangan bawah.
Baca juga: Pernyataannya soal Korban Judi Online Dapat Bansos Jadi Polemik, Muhadjir Beri Penjelasan
"Sehingga memang menjadi permasalahan yang penting untuk kita pertimbangkan terkait dengan dimensi akal dan moral. Apalagi bila kita ketemu dengan kata yang lain yang disampaikan oleh KPAI yang katakan bahwa sudah 3 tahun terakhir Indonesia darurat pornografi anak," tutur HNW.
HNW pun mengatakan bahwa salah satu contoh masalah pornografi yakni seorang ibu lecehkan anak kandungnya demi uang Rp15 juta di Tangerang Selatan beberapa waktu lalu. Selain itu, ia menuturkan, ada juga kasus seorang bapak melecehkan anak kandung.
Lihat Juga :