alexametrics

Kubu Prabowo-Sandi Kritisi Klaim Jokowi Bangun Jalan 191.000 Km

loading...
Kubu Prabowo-Sandi Kritisi Klaim Jokowi Bangun Jalan 191.000 Km
Pernyataan Capres nomor urut 01, Jokowi yang mengklaim telah membangun jalan sepanjang 191.000 km dikritisi oleh BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Foto/SINDOphoto
A+ A-
Pernyataan Calon Presiden (Capres) nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) yang mengklaim telah membangun jalan sepanjang 191.000 km dikritisi oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Suhendra Ratu Prawiranegara berpendapat secara teroritis dan empiris data capaian yang disampaikan Jokowi patut dipertanyakan dan cenderung tidak bisa dipertanggungjawabkan. Sebab, kata dia, jalan desa berada dalam wilayah kabupaten, sementara panjang jalan kabupaten dan kota di seluruh Indonesia saat ini dalam kisaran 437.000 km.

"Jujur kami kaget dan terheran-heran, kalau mengadopsi ekspresi Jokowi, kalau mendapatkan sesuatu berita, info atau masalah kan selalu bilang kaget dan heran. Saya pakai istilah ini untuk mengkritisi data yang beliau sampaikan tentang jalan desa," ujar Suhendra dalam keterangan persnya dari Prabowo-Sandi Media Center, Jakarta, Selasa (19/2/2019).

(Baca juga: Jokowi Sebut Data-data yang Kerap Disampaikannya Bukan Karangan)




Adapun klaim Presiden Jokowi itu disampaikan dalam debat capres kedua di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu 17 Februari 2019. "Begini, total jalan di Indonesia sejak awal tahun 1950-an sampai dengan sekarang ini dalam kisaran 530.000 km (Mengacu sumber Kementerian PUPR). Ini jumlah keseluruhan mencakup jalan nasional, jalan provinsi dan jalan kabupaten," katanya.

Dia mengatakan, kondisi jalan yang tersedia di Indonesia saat ini tidak semuanya beraspal. Dia menambahkan, dari total panjang jalan di Indonesia, sekitar 530.000 km hampir 45% jalan di Indonesia permukaan jalannya masih berupa tanah dan kerikil (sirtu).

"Jadi dengan kata lain hebat sekali dan luar biasa pemerintahan ini jika sudah dapat membangun jalan desa sepanjang 191.000 kilometer selama dalam kurun waktu 3 tahun anggaran 2015-2018," pungkasnya.

Sehingga, kata dia, jika Jokowi mengklaim sudah membangun jalan sepanjang 191.000 km maka sudah 90% seluruh jalan di Indonesia sudah tidak lagi tanah dan kerikil permukaannya. Akan tetapi, kata dia, faktanya tidak demikian sehingga klaim Jokowi dianggap tidak berdasar.

(Baca juga: Soal Kebakaran Hutan, Jokowi: Bukan Tidak Ada tapi Turun Drastis 85%)


"Jokowi ini memang sebagai capres ya, namun beliau juga kan Presiden RI yang aktif. Jadi kalau dengan mudahnya menyampaikan data yang keliru dalam forum kenegaraan yang dijamin UU seperti proses debat dalam pilpres patut disayangkan," jelas mantan Staf Khusus Menteri PU tersebut.

"Karena kan hal yang disampaikan seorang Presiden tentu memiliki makna dan dan berfungsi sebagai sumber informasi dan pengetahuan bagi masyarakat," pungkasnya.
(kri)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak