alexametrics

Soal Kebakaran Hutan, Jokowi: Bukan Tidak Ada tapi Turun Drastis 85%

loading...
Soal Kebakaran Hutan, Jokowi: Bukan Tidak Ada tapi Turun Drastis 85%
Presiden Jokowi menjawab wartawan usai menghadiri acara Peningkatan Kesiapsiagaan Masyarakat Melalui Tagana Masuk Sekolah, di Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten, Senin (18/2/2019). Foto/Setkab
A+ A-
Calon Presiden (Capres) petahana Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan keberhasilan pemerintahannya dalam mengatasi kebakaran hutan dan lahan dalam debat capres kedua pada Minggu 17 Februari 2019. Dia menyebut sudah tiga tahun tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan.

Adapun terkait kebakaran hutan, Jokowi menegaskan yang disampaikannya adalah bahwa pemerintah bisa mengatasi kebakaran hutan dalam tiga tahun ini. Artinya, sambung dia, bukan tidak ada tetapi turun drastis, 85% lebih.

“Artinya, ya sekarang kan enggak ada yang namanya pesawat enggak bisa turun, enggak bisa naik kayak dulu. Keluhan-keluhan di provinsi mengenai asap juga tidak ada, keluhan dari negara tetangga dalam tiga tahun ini, Singapura Malaysia dapat dikatakan enggak ada komplain sama sekali. Itu yang kita maksud,” jelas Jokowi seraya menekankan ada tapi turunnya lebih dari 85% menjawab wartawan di Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten, Senin (18/2/2019) di lama setkab.go.id.

(Baca juga: Jokowi Sebut Tak Ada Kebakaran Hutan Selama 3 Tahun Terakhir)




Sementara terkait konflik dalam pembangunan infrastruktur, mantan Gubernur DKI Jakarta ini menjelaskan bahwa konteksnya adalah pembebasan lahan. Dia mengingatkan banyak infrastruktur yang berhenti delapan tahun, ada yang berhenti 26 tahun karena pembebasan tanah yang terhambat.

Sekarang ini, kata dia, alhamdulillah untuk pembebasan infrastruktur itu dapat dikatakan bahwa tidak banyak terjadi konflik-konflik yang ada. (Baca juga: Jokowi Ungkap Alasan Pembagian 5 Ribu Sertifikat Tanah Dipercepat)

“Kalau konflik agraria, sebelum sertifikat lahan itu selesai 80 juta itu ya konflik-konflik itu pasti ada di semua provinsi ada,” kata Jokowi seraya meminta wartawan agar konteksnya jangan dibolak-balik sehingga kelihatannya pemerintah ini tidak menguasai masalah.
(kri)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak