Sempat Jadi Rival di Pilpres, Prabowo Ungkap Alasannya Mau Jadi Menteri Jokowi
Rabu, 06 Juli 2022 - 18:01 WIB
loading...
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengungkapkan alasannya mau menjadi Menhan di Kabinet Presiden Jokowi. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengungkapkan alasannya mau menjadi Menteri Pertahanan (Menhan) dalam Kabinet Indonesia Maju bentukan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Walaupun sempat jadi rival Jokowi di Pilpres 2014 dan 2019, namun Prabowo tak segan untuk menjadi anak buah presiden.
Prabowo mengaku, tidak bisa marah dengan kekalahan di Pilpres 2019. Menurut Prabowo, jabatan Menteri Pertahanan yang diembannya saat ini merupakan hal yang lumayan.
"Saya ingin jadi presiden, enggak jadi. Mau marah-marah? Mau marah sama Tuhan? Ya enggak bisa. Tapi lumayan, saya Menteri Pertahanan sekarang," kata Prabowo melalui potongan video yang diunggah akun Instagram @fraksipartaigerindra, Rabu (6/7/2022).
Baca juga: Fokus Kerja dan Tak Genit Pencitraan, Jadikan Prabowo sebagai Menteri Terbaik Versi PWS
Prabowo mengatakan beberapa negara pun bingung dengan langkah Prabowo yang mau menduduki jabatan Menteri Pertahanan di pemerintahan Jokowi. Namun, dengan langkah yang diambilnya, politik Indonesia pun dianggap stabil. Sebab, kata Prabowo, tidak banyak yang bisa melakukan hal tersebut.
Baca juga: Momen Prabowo Beri Hormat Jokowi hingga Peluk Try Sutrisno pada Hari Bhayangkara ke-76
”Bahkan, stabilnya politik tidak terlihat di Amerika Serikat (AS). Dua parpol di AS, yakni Demokrat dan Republik tidak mau duduk satu meja dalam sejumlah kesempatan,” katanya.
Prabowo mengaku, tidak bisa marah dengan kekalahan di Pilpres 2019. Menurut Prabowo, jabatan Menteri Pertahanan yang diembannya saat ini merupakan hal yang lumayan.
"Saya ingin jadi presiden, enggak jadi. Mau marah-marah? Mau marah sama Tuhan? Ya enggak bisa. Tapi lumayan, saya Menteri Pertahanan sekarang," kata Prabowo melalui potongan video yang diunggah akun Instagram @fraksipartaigerindra, Rabu (6/7/2022).
Baca juga: Fokus Kerja dan Tak Genit Pencitraan, Jadikan Prabowo sebagai Menteri Terbaik Versi PWS
Prabowo mengatakan beberapa negara pun bingung dengan langkah Prabowo yang mau menduduki jabatan Menteri Pertahanan di pemerintahan Jokowi. Namun, dengan langkah yang diambilnya, politik Indonesia pun dianggap stabil. Sebab, kata Prabowo, tidak banyak yang bisa melakukan hal tersebut.
Baca juga: Momen Prabowo Beri Hormat Jokowi hingga Peluk Try Sutrisno pada Hari Bhayangkara ke-76
”Bahkan, stabilnya politik tidak terlihat di Amerika Serikat (AS). Dua parpol di AS, yakni Demokrat dan Republik tidak mau duduk satu meja dalam sejumlah kesempatan,” katanya.