RUU Penyiaran Ancam Kebebasan Pers, SPS Minta DPR Tinjau Ulang
Kamis, 16 Mei 2024 - 13:10 WIB
loading...
A
A
A
3. Draf RUU Pasal 8A ayat (1) menyebutkan bahwa Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) berwenang menyelesaikan sengketa jurnalistik khusus di bidang penyiaran. Kemudian Pasal 42 ayat (2) menyebutkan bahwa penyelesaian sengketa terkait dengan kegiatan jurnalistik penyiaran dilakukan oleh KPI sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Hal ini bertentangan dengan UU Pers pasal 15 ayat (2) huruf C tentang salah satu tugas Dewan Pers, yaitu memberikan pertimbangan dan mengupayakan penyelesaian pengaduan masyarakat atas kasus-kasus yang berhubungan dengan pemberitaan pers. Hal ini memperlihatkan adanya tumpang tindih kewenangan antara KPI dan Dewan Pers.
4. UU Pers seharusnya menjadi rujukan bagi berbagai peraturan yang berkaitan dengan pers dan harus ada pelibatan Dewan Pers dan para konstituennya, serta komunitas pers dalam penyusunan draf RUU tersebut.
5. SPS menyatakan menolak draf RUU tentang Perubahan atas UU Penyiaran serta meminta peninjauan kembali terhadap proses perubahan tersebut.
"DPR RI harus mempertimbangkan ulang dan melibatkan lebih banyak pihak terkait, khususnya konstituen Dewan Pers dalam pembahasan RUU Penyiaran demi menjaga kebebasan pers di Indonesia," pungkas Januar.
4. UU Pers seharusnya menjadi rujukan bagi berbagai peraturan yang berkaitan dengan pers dan harus ada pelibatan Dewan Pers dan para konstituennya, serta komunitas pers dalam penyusunan draf RUU tersebut.
5. SPS menyatakan menolak draf RUU tentang Perubahan atas UU Penyiaran serta meminta peninjauan kembali terhadap proses perubahan tersebut.
"DPR RI harus mempertimbangkan ulang dan melibatkan lebih banyak pihak terkait, khususnya konstituen Dewan Pers dalam pembahasan RUU Penyiaran demi menjaga kebebasan pers di Indonesia," pungkas Januar.
(zik)
Lihat Juga :