DPR Nilai Pemerintah Perlu Perkuat Diplomasi untuk Perdamaian di Timur Tengah
Minggu, 28 April 2024 - 08:07 WIB
loading...
A
A
A
“Dengan memperkuat kerja sama internasional, meningkatkan keamanan domestik, dan memperkuat resiliensi ekonomi, Indonesia dapat mengurangi dampak negatif dari konflik di Timur Tengah,” imbuhnya.
Sementara itu, anggota Komisi I DPR Muhammad Farhan berpendapat bahwa menjaga hubungan yang kuat dengan negara-negara sahabat di Timur Tengah perlu dilakukan pemerintah. “Jangan tunjukkan niat atau sikap seolah ingin menjalin hubungan diplomasi dengan Israel. Sehingga Indonesia tetap dihormati sebagai negara yang konsisten,” ujar Farhan.
Dia menilai terhambatnya impor minyak mentah dan bahan pangan dasar seperti beras, kedelai, dan gandum merupakan dampak dari konflik di Timur Tengah yang harus diwaspadai jika perairan Teluk Persia, Hormuz, dan Suez terganggu. Pasalnya, hal tersebut bakal memengaruhi arus masuk kebutuhan pokok. “Akibatnya harga akan naik dan inflasi tinggi,” ucapnya.
Adapun dari sisi keamanan, Farhan melihat dampaknya tidak terlalu besar jika konteksnya keamanan wilayah atau intervensi militer asing atau terorisme. “Bisa dikatakan risikonya tidak tinggi. Kemungkinan risiko terorisme hanya jika sel terorisme radikal di Filipina melakukan aktivasi sebagai bentuk serangan kepada sekutu Israel dan Amerika,” pungkasnya.
Sementara itu, anggota Komisi I DPR Muhammad Farhan berpendapat bahwa menjaga hubungan yang kuat dengan negara-negara sahabat di Timur Tengah perlu dilakukan pemerintah. “Jangan tunjukkan niat atau sikap seolah ingin menjalin hubungan diplomasi dengan Israel. Sehingga Indonesia tetap dihormati sebagai negara yang konsisten,” ujar Farhan.
Dia menilai terhambatnya impor minyak mentah dan bahan pangan dasar seperti beras, kedelai, dan gandum merupakan dampak dari konflik di Timur Tengah yang harus diwaspadai jika perairan Teluk Persia, Hormuz, dan Suez terganggu. Pasalnya, hal tersebut bakal memengaruhi arus masuk kebutuhan pokok. “Akibatnya harga akan naik dan inflasi tinggi,” ucapnya.
Adapun dari sisi keamanan, Farhan melihat dampaknya tidak terlalu besar jika konteksnya keamanan wilayah atau intervensi militer asing atau terorisme. “Bisa dikatakan risikonya tidak tinggi. Kemungkinan risiko terorisme hanya jika sel terorisme radikal di Filipina melakukan aktivasi sebagai bentuk serangan kepada sekutu Israel dan Amerika,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :