DPR Nilai Pemerintah Perlu Perkuat Diplomasi untuk Perdamaian di Timur Tengah

Minggu, 28 April 2024 - 08:07 WIB
loading...
DPR Nilai Pemerintah...
Warga Palestina menghadiri salat Jumat di dekat reruntuhan masjid yang hancur akibat serangan Israel di Rafah, Jalur Gaza selatan, 1 Maret 2024. Foto/REUTERS/Mohammed Salem
A A A
JAKARTA - DPR menilai pemerintah perlu memperkuat pendekatan diplomasi untuk perdamaian di Timur Tengah (Timteng). Pemerintah juga perlu menjaga hubungan yang kuat dengan negara-negara sahabat di Timteng.

Kerja sama yang semakin kuat dengan negara-negara lain juga dianggap penting untuk mengatasi dampak konflik geopolitik terhadap kondis di Tanah Air. Anggota Komisi I DPR Helmy Faishal Zaini menilai konflik di Timteng sejauh ini telah memengaruhi stabilitas ekonomi global.

Kondisi tersebut bisa berdampak negatif pada ekonomi Indonesia, memperburuk kondisi sosial dan keamanan. “Untuk menjaga agar konflik geopolitik di Timur Tengah tidak mempengaruhi kondisi keamanan di Indonesia, pemerintah perlu mengambil pendekatan diplomasi yang kuat dengan mempromosikan perdamaian dan menekankan pentingnya dialog multilateral,” ujar Helmy, Minggu (28/4/2024).

Baca juga: Masyarakat Diimbau Jangan Terbelah Cegah Dampak Konflik Timur Tengah

Dia juga menilai pemerintah perlu waspada terhadap kondisi yang terjadi di Timteng, terutama mengenai dampak ekonomi seperti fluktuasi harga minyak dan gangguan perdagangan yang bisa memengaruhi stabilitas ekonomi Tanah Air.

“Dengan memperkuat kerja sama internasional, meningkatkan keamanan domestik, dan memperkuat resiliensi ekonomi, Indonesia dapat mengurangi dampak negatif dari konflik di Timur Tengah,” imbuhnya.

Sementara itu, anggota Komisi I DPR Muhammad Farhan berpendapat bahwa menjaga hubungan yang kuat dengan negara-negara sahabat di Timur Tengah perlu dilakukan pemerintah. “Jangan tunjukkan niat atau sikap seolah ingin menjalin hubungan diplomasi dengan Israel. Sehingga Indonesia tetap dihormati sebagai negara yang konsisten,” ujar Farhan.

Dia menilai terhambatnya impor minyak mentah dan bahan pangan dasar seperti beras, kedelai, dan gandum merupakan dampak dari konflik di Timur Tengah yang harus diwaspadai jika perairan Teluk Persia, Hormuz, dan Suez terganggu. Pasalnya, hal tersebut bakal memengaruhi arus masuk kebutuhan pokok. “Akibatnya harga akan naik dan inflasi tinggi,” ucapnya.

Adapun dari sisi keamanan, Farhan melihat dampaknya tidak terlalu besar jika konteksnya keamanan wilayah atau intervensi militer asing atau terorisme. “Bisa dikatakan risikonya tidak tinggi. Kemungkinan risiko terorisme hanya jika sel terorisme radikal di Filipina melakukan aktivasi sebagai bentuk serangan kepada sekutu Israel dan Amerika,” pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
PDIP: Jika Seluruh Fraksi...
PDIP: Jika Seluruh Fraksi di DPR Hanya Manut Eksekutif, Apa Bedanya dengan Era Orde Baru?
Di Hadapan Pimpinan...
Di Hadapan Pimpinan DPR, Mahasiswa Minta Pemerintah Tak Mainkan Isu Perut Rakyat
DPR Sesalkan Anggaran...
DPR Sesalkan Anggaran Komnas HAM yang Substantif Hanya 6 Persen, Sisanya Administratif
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Ajukan Tambahan Anggaran...
Ajukan Tambahan Anggaran Rp762 Miliar, KPK: Kami Tidak Muluk-muluk
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
Dasco Terima Audiensi...
Dasco Terima Audiensi Massa Mahasiswa di Gedung DPR
Massa HMI MPO Datangi...
Massa HMI MPO Datangi Gedung DPR, Sampaikan Tuntutan Ini
Rekomendasi
Kadishub DKI Sangkal...
Kadishub DKI Sangkal Anak Buahnya Minta Duit Rp250 Ribu ke Ojol yang Motornya Diangkut
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Langkah Membumi 2026...
Langkah Membumi 2026 Dimulai, Hadirkan Program Sustainability yang Lebih Pop untuk Anak Muda
Berita Terkini
Polri: Frans Antoni...
Polri: Frans Antoni Diduga Otak Cuci Uang Hasil Narkoba Fredy Pratama
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
Paradoks Tata Kelola...
Paradoks Tata Kelola Batu Bara di Indonesia
Potensi Gula Non-Tebu...
Potensi Gula Non-Tebu yang Dianaktirikan
PDIP: Jika Seluruh Fraksi...
PDIP: Jika Seluruh Fraksi di DPR Hanya Manut Eksekutif, Apa Bedanya dengan Era Orde Baru?
Penahanan dr Tifa: Babak...
Penahanan dr Tifa: Babak Baru atau Babak Terakhir
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved