Demi Ketahanan Pangan, Wakil Ketua DPR Minta Pemerintah Lakukan Ini
Senin, 17 Agustus 2020 - 02:26 WIB
loading...
Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin mengapresiasi langkah Pemerintah, yang menaruh perhatian penuh terhadap ketahanan pangan dengan membuat Food Estate. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin mengapresiasi langkah Pemerintah yang menaruh perhatian penuh terhadap ketahanan pangan dengan membuat Food Estate di Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Sumatera Utara (Sumut).
Namun, dia meminta agar program tersebut dapat segera direalisasikan demi ketahanan pangan. (Baca juga: RUU Cipta Kerja dan Tindakan Semena-Mena Terhadap Tiga Aktivis Kaltim)
Diketahui, dalam Pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta pada Jumat (14/8) lalu, pemerintah telah mengalokasikan dana sekitar Rp104,2 triliun yang ditujukan untuk mendorong produksi komoditas pangan dengan membangun sarana prasarana dan penggunaan teknologi dalam melaksanakan revitalisasi sistem pangan nasional, dengan memperkuat korporasi petani dan nelayan secata digital.
(Baca juga: RUU Cipta Kerja Dikebut, Demokrat Curiga Banyak Kepentingan Gelap)
"Di masa Pandemi Covid 19 saat ini kita harus memikirkan jangka panjang mengenai ketahanan pangan. Seluruh Negara mengalami Resesi dan jangan sampai stok pangan dan ketahanan pangan kita terganggu nantinya. Kita harus optimistis bahwa Ketahanan Pangan Indonesia dapat terjaga di tengah hantaman krisis global," kata Azis dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (16/8/2020).
Namun, dia meminta agar program tersebut dapat segera direalisasikan demi ketahanan pangan. (Baca juga: RUU Cipta Kerja dan Tindakan Semena-Mena Terhadap Tiga Aktivis Kaltim)
Diketahui, dalam Pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta pada Jumat (14/8) lalu, pemerintah telah mengalokasikan dana sekitar Rp104,2 triliun yang ditujukan untuk mendorong produksi komoditas pangan dengan membangun sarana prasarana dan penggunaan teknologi dalam melaksanakan revitalisasi sistem pangan nasional, dengan memperkuat korporasi petani dan nelayan secata digital.
(Baca juga: RUU Cipta Kerja Dikebut, Demokrat Curiga Banyak Kepentingan Gelap)
"Di masa Pandemi Covid 19 saat ini kita harus memikirkan jangka panjang mengenai ketahanan pangan. Seluruh Negara mengalami Resesi dan jangan sampai stok pangan dan ketahanan pangan kita terganggu nantinya. Kita harus optimistis bahwa Ketahanan Pangan Indonesia dapat terjaga di tengah hantaman krisis global," kata Azis dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (16/8/2020).
Lihat Juga :