Perundungan terhadap Influencer RUU Cipta Kerja Dinilai Tak Tepat
Minggu, 16 Agustus 2020 - 22:04 WIB
loading...
A
A
A
"Sosialisasi menggunakan publik figur tidak ada masalah. Termasuk dengan membayar," ujar Saidiman.
Menurut Saidiman, persoalannya saat ini adalah perundungan yang dilakukan terhadap influencer yang telah mempromosikan RUU Ciptaker tersebut. Seperti kasus salah satu artis yang meminta maaf dan dicaci-maki setiap saat setelah posting dukungan pada RUU Cipta Kerja.
"Itu tekanan yang tidak pantas untuk dia," ujar Saidiman.
Saidiman mengakui, RUU Ciptaker adalah inisiatif pemerintah untuk meningkat pertumbuhan ekonomi, terutama untuk membuka lapangan kerja yang luas. Catatan SMRC, sebelum wabah virus Corona (Covid-19) melanda, ada tujuh juta penganggur dan dua juta pencari kerja baru tiap tahun dan selama Covid-19, menurut data survei SMRC, ada 29 juta orang kena PHK.
"Jadi RUU ini sangat dibutuhkan agar investasi masuk dan lapangan kerja terbuka," tutur Saidiman.
Menurut Saidiman, persoalannya saat ini adalah perundungan yang dilakukan terhadap influencer yang telah mempromosikan RUU Ciptaker tersebut. Seperti kasus salah satu artis yang meminta maaf dan dicaci-maki setiap saat setelah posting dukungan pada RUU Cipta Kerja.
"Itu tekanan yang tidak pantas untuk dia," ujar Saidiman.
Saidiman mengakui, RUU Ciptaker adalah inisiatif pemerintah untuk meningkat pertumbuhan ekonomi, terutama untuk membuka lapangan kerja yang luas. Catatan SMRC, sebelum wabah virus Corona (Covid-19) melanda, ada tujuh juta penganggur dan dua juta pencari kerja baru tiap tahun dan selama Covid-19, menurut data survei SMRC, ada 29 juta orang kena PHK.
"Jadi RUU ini sangat dibutuhkan agar investasi masuk dan lapangan kerja terbuka," tutur Saidiman.
(maf)
Lihat Juga :