Temukan Malapraktik Pemilu 2024, Perkumpulan Jaga Pemilu: Jangan Dianggap Hal Wajar
Senin, 01 April 2024 - 15:32 WIB
loading...
Ketua perkumpulan pemantau Pemilu Jaga Pemilu, Natalia Soebagjo mengatakan, pihaknya menemukan malapraktik dalam pelaksanaan Pemilu 2024. Foto/Ilustrasi SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ketua perkumpulan pemantau Pemilu 'Jaga Pemilu', Natalia Soebagjo mengatakan, pihaknya menemukan malapraktik dalam pelaksanaan Pemilu 2024 .
"Malapraktik Pemilu itu adalah satu maladministrasi, contohnya soal pemuktahiran data DPT yang tidak akurat, perencanaan logistik yang tidak teliti dan lain-lain," kata Natalia dalam konferensi pers yang disiarkan secara daring, Senin (1/4/2024).
Tidak hanya itu, Natalia mengatakan, pihaknya juga melihat inkompetensi dan ketidaknetralan penyelenggara Pemilu 2024.
"Soal tidak netralnya penyelenggara hingga terjadi dugaan manipulasi, terutama terkait perhitungan dan rekap suara," ucapnya.
Baca juga: Timnas AMIN Instruksikan Saksi Tolak Hasil Pilpres 2024
Natalia menegaskan, jangan sampai malapraktik Pemilu 2024 dianggap sebagai hal wajar, dan tidak diperbaiki ke depannya. Karena, hal itu dapat melahirkan pemimpin yang inkompeten.
"Malapraktik seperti ini tidak dapat diterima dan jangan sampai dianggap sebagai hal wajar karena ini bagian dari politik, tidak, we can do better than this, we deserve better than this," katanya.
"Malapraktik Pemilu itu adalah satu maladministrasi, contohnya soal pemuktahiran data DPT yang tidak akurat, perencanaan logistik yang tidak teliti dan lain-lain," kata Natalia dalam konferensi pers yang disiarkan secara daring, Senin (1/4/2024).
Tidak hanya itu, Natalia mengatakan, pihaknya juga melihat inkompetensi dan ketidaknetralan penyelenggara Pemilu 2024.
"Soal tidak netralnya penyelenggara hingga terjadi dugaan manipulasi, terutama terkait perhitungan dan rekap suara," ucapnya.
Baca juga: Timnas AMIN Instruksikan Saksi Tolak Hasil Pilpres 2024
Natalia menegaskan, jangan sampai malapraktik Pemilu 2024 dianggap sebagai hal wajar, dan tidak diperbaiki ke depannya. Karena, hal itu dapat melahirkan pemimpin yang inkompeten.
"Malapraktik seperti ini tidak dapat diterima dan jangan sampai dianggap sebagai hal wajar karena ini bagian dari politik, tidak, we can do better than this, we deserve better than this," katanya.
Lihat Juga :