Eijkman Sebut WHO Prediksi Vaksin COVID-19 Tersedia Akhir Tahun Depan

Jum'at, 14 Agustus 2020 - 13:46 WIB
loading...
Eijkman Sebut WHO Prediksi...
Kepala LBM Eijkman, Amin Soebandrio menyebutkan bahwa WHO memprediksi vaksin COVID-19 akan tersedia di pasaran pada akhir tahun depan. FOTO/RUSSIA TODAY
A A A
JAKARTA - Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman , Amin Soebandrio menyebutkan bahwa World Health Organization (WHO) memprediksi vaksin COVID-19 akan tersedia di pasaran pada akhir tahun depan.

Amin mengatakan dalam situasi tidak keadaan pandemi atau normal, pembuatan vaksin memerlukan waktu hingga bertahun-tahun. "Pada saat tidak keadaan pandemi, keadaan normal ya kalau kita mau buat vaksin itu dibutuhkan waktu 5 tahun, 7 tahun, 10 tahun sampai 30 tahun pun belum ada vaksin yang sempurna. Contohnya vaksin virus dengue sampai sekarang belum ada vaksin yang memuaskan," kata Amin dalam keterangan kepada SINDOnews, Jakarta (14/8/2020).

Di masa pandemi COVID-19 saat ini, kata Amin, diharapkan dapat menghasilkan vaksin dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. "Sehingga WHO pun memprediksi vaksin ini baru akan tersedia di pasaran sekitar 18 bulan dari awal tahun ini ya. Jadi kira-kira sekitar akhir tahun depan WHO memperkirakan," ungkap Amin.(Baca juga: Terapi Plasma Konvalesen Bisa Sembuhkan Covid, Ini Penjelasan LBM Eijkman )

Namun, Amin berharap vaksin COVID-19 sudah bisa dipasarkan dan disuntikkan ke manusia pada awal tahun depan. "Tetapi banyak perusahaan vaksin yang ingin lebih cepat dari itu. Jadi sekarang kita lihat ada beberapa kandidat vaksin sudah masuk ke uji klinik yang ketiga. Sehingga diharapkan awal tahun depan itu sudah bisa dipasarkan, bisa tersedia untuk disuntikkan ke manusia," katanya.

Saat ini, Indonesia juga membuat vaksin lokal bernama Merah Putih yang mulai dikembangkan sejak April. Diberikan target waktu dalam satu tahun oleh Presiden Joko Widodo untuk mengembangkan bibit vaksin COVID-19. Diharapkan tahun depan bibit vaksin sudah bisa diserahkan ke industri untuk diproduksi massal.

"Kami mulai mengembangkan itu sejak bulan April ,selang bulan Mei kami mendapatkan mandat untuk mengembangkannya dan kami hanya diberi waktu 1 tahun untuk bisa mengembangkan bibit vaksinnya. Dan bibit vaksinnya akan diserahkan ke industri untuk dilakukan uji klinik seperti yang kemarin disuntikkan oleh bapak Presiden itu uji klinik vaksin dari luar negeri," kata Amin.(Baca juga: Hampir Rampung, Pengembangan Vaksin Merah Putih Sudah Mencapai 40% )
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BPOM dan WHO Perkuat...
BPOM dan WHO Perkuat Kolaborasi Pengawasan Obat dan Makanan
Kepala BPOM Beberkan...
Kepala BPOM Beberkan Capaian WHO Listed Authority di National University of Singapore
Prabowo Dukung Penuh...
Prabowo Dukung Penuh Sasakawa Foundation Berantas Kusta di Indonesia
Dubes Kehormatan WHO...
Dubes Kehormatan WHO Yohei Sasakawa Minta Penderita Kusta Tak Didiskriminasi
BPOM Resmi Ditetapkan...
BPOM Resmi Ditetapkan sebagai Otoritas Terdaftar WHO
Muhammadiyah Jadi EMT...
Muhammadiyah Jadi EMT Pertama di Indonesia Terverifikasi Standar Internasional WHO
Kepala WHO Kunjungi...
Kepala WHO Kunjungi Pusat Wabah Ebola
Disebut Calon Kuat Jadi...
Disebut Calon Kuat Jadi Direktur Jenderal WHO, Menkes Budi: Saya akan Konfirmasi
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
Rekomendasi
Kisah Seru Benci Jadi...
Kisah Seru Benci Jadi Cinta di Microdrama The Scholarship Boy Stole My Heart V+Short
Media Asing Soroti Aksi...
Media Asing Soroti Aksi Demo Mahasiswa terhadap Kebijakan Pemerintah Indonesia
Kasus Andrie Yunus,...
Kasus Andrie Yunus, Koordinator Kontras Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya
Berita Terkini
Diskusi Budiman-Nusron-Sudaryono...
Diskusi Budiman-Nusron-Sudaryono di UGM Dibubarkan Mahasiswa, Qodari: Kalau Hanya Tuntutan, Bukan Demokrasi
Mengapa Pendonor Darah...
Mengapa Pendonor Darah Kita Tidak Kembali?
Evita: Ekspor Satu Pintu...
Evita: Ekspor Satu Pintu Harus Jadi Instrumen Hilirisasi, Bukan Ubah Jalur Penjualan
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo Ardianto
Dari SPBU ke Meja Makan:...
Dari SPBU ke Meja Makan: Rantai Dampak Kenaikan BBM terhadap Kesejahteraan
Said Didu ke Presiden...
Said Didu ke Presiden Prabowo: Kawan Bapak Tuh Ada di Luar, Bukan di Dalam
Infografis
Prodi Paling Banyak...
Prodi Paling Banyak Dibutuhkan Selama 5 Tahun ke Depan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved