Aliansi Pemuda Kawal Pemilu Minta KPU Mengkaji Ulang Penggunaan Sirekap
Rabu, 28 Februari 2024 - 17:27 WIB
loading...
A
A
A
"KPU juga lembaga independen, mendapat anggaran dari negara yang snagat besar sekitar Rp 3,5 miliar dari data ICW," ucap Ikhlas.
Ikhlas meminta meminta Bawaslu melakukan pengawasan secara optimal. Salah satunya dengan merekomendasikan penghentian penggunaan sirekap.
"Apabila dalam waktu 1x24 jam KPU mengabaikan tuntutan ini, maka akan kami melaporkan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP)," tambahnya.
Ikhlas juga menilai, dengan naik turunnya data perolehan suara, merugikan sejumlah partai. Hal itu juga akan menimbulkan kecurigaan atas hasil yang ada.
"Yang jelas tentu beberapa partai yang turun secara signifikan pasti itu sangat merugikan bagi kami ya itu, akan menimbulkan suatu kecurigaan-kecurigaan yang memang saling merugikan antar partai. Kitainginnya itu kan, Pemilu ini secara damai, secara tenteram," ungkapnya.
Ikhlas meminta meminta Bawaslu melakukan pengawasan secara optimal. Salah satunya dengan merekomendasikan penghentian penggunaan sirekap.
"Apabila dalam waktu 1x24 jam KPU mengabaikan tuntutan ini, maka akan kami melaporkan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP)," tambahnya.
Ikhlas juga menilai, dengan naik turunnya data perolehan suara, merugikan sejumlah partai. Hal itu juga akan menimbulkan kecurigaan atas hasil yang ada.
"Yang jelas tentu beberapa partai yang turun secara signifikan pasti itu sangat merugikan bagi kami ya itu, akan menimbulkan suatu kecurigaan-kecurigaan yang memang saling merugikan antar partai. Kitainginnya itu kan, Pemilu ini secara damai, secara tenteram," ungkapnya.
(maf)
Lihat Juga :