BPKH Dorong Proporsi Biaya Haji Lebih Besar ke Jemaah

Rabu, 21 Februari 2024 - 23:01 WIB
loading...
BPKH Dorong Proporsi...
Anggota Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Acep Riana Jayaprawira mengaku penempatan investasi dana haji masih berada di profil risiko yang rendah. Foto/MPI
A A A
JAKARTA - Anggota Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) , Acep Riana Jayaprawira mengaku penempatan investasi dana haji masih berada di profil risiko yang rendah. Namun nantinya BPKH berupaya untuk mendorong keberlangsungan pengelolaan keuangan haji di masa depan.

"Ke depannya itu ada risiko atas keberlangsungan atau sustainability dari dana haji ini," ujar Acep dalam acara Risk Forum 2024 di Hotel Le Meridien, Jakarta, Rabu (21/2/2024).

Baca juga: Dirjen PHU Kemenag Matangkan Program Ramah Lansia dan Mitigasi Risiko Haji 2024

Nantinya BPKH ke depan, kata Acep akan mendorong agar dana yang dibayarkan jemaah haji lebih besar dibandingkan subsidi yang dikeluarkan BPKH untuk Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH).

"Maksudnya itu seperti yang sudah kita lihat bersama, mungkin subsidi atas pemberangkatan jemaah haji itu kan, sekarang kita upayakan supaya lebih besar dana yang dikeluarkan oleh jemaah ketimbang subsidinya," jelas Acep.

Dia pun mengingatkan akan kekhawatiran habisnya nilai manfaat dana haji yang dikelola BPKH. Jika subsidi yang diberikan BPKH jauh lebih besar daripada dana yang dibayarkan calon jemaah sebingga skema pembiayaan BPIH itu tidak membuat keberlangsungan dana haji.

"Kalau subsidinya yang lebih besar daripada dana jemaah sendiri, maka cadangan nilai manfaat BPKH itu bisa katakanlah lebih cepat habis. Jadi enggak sustain," ucap Acep.

Lebih lanjut, Acep menyebut besaran proporsi biaya haji juga turut mendorong keberlangsungan dana haji. Misalnya dengan proporsi sebesar 70% dari yang dibayarkan jamaah, sisanya 30% dari subsidi nilai manfaat yang dikelola BPKH.

Dimana besar biaya haji tersebut merupakan usulan dari Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas beberapa waktu lalu. Namun saat ini, proporsi pembiayaan BPIH 1445H/2024M adalah sebesar 60% dari dana jemaah dan 40% dari nilai manfaat dana haji yang dikelola oleh BPKH.

"Mudah-mudahan tahun depan 65-35. Nah idealnya sih seperti yang pernah Menteri Agama sampaikan 70-30. Jadi 70% dari jemaah, 30% subsidinya dari BPKH. Nah kalau itu Insya Allah lebih sustain gitu," tutur Acep.

Sebagai informasi, BPKH menyelenggarakan Risk Forum 2024 dengan tema “Global and Middle East Outlook Risk and Its Impact on Investment and on Hajj Organizing” mulai 21-22 Februari 2024 di Jakarta.

Kepala Badan Pelaksana BPKH, Fadlul Imansyah menyatakan Risk Forum ini merupakan ikhtiar dalam mengidentifikasi berbagai risiko global dan regional yang dapat memengaruhi keberlanjutan usaha BPKH dalam pengelolaan keuangan haji.

“Diharapkan forum ini juga menjadi kontribusi BPKH dalam memitigasi risiko dalam ekosistem perhajian dan keuangan syariah Indonesia,” ungkap Fadlul.

Baca juga: Pelunasan Biaya Haji Tahap I Diperpanjang hingga 23 Februari 2024

Adapun sejumlah narasumber memaparkan berbagai perspektif dan solusi mitigasi risiko untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam terkait aspek Risiko Global dan Risiko di Timur Tengah serta dampaknya pada penyelenggaraan Ibadah Haji. Forum ini juga diisi dengan sesi diskusi panel dan tanya jawab interaktif.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelombang I Berakhir,...
Gelombang I Berakhir, 245 Kloter Jemaah Haji Telah Diberangkatkan ke Tanah Air
Kemenhaj: 76.829 Jemaah...
Kemenhaj: 76.829 Jemaah Haji dari 195 Kloter Telah Tiba di Indonesia
Kemenhaj Serahkan Paket...
Kemenhaj Serahkan Paket Daging Dam Jemaah Haji Indonesia untuk Rakyat Palestina
Usai Puncak Haji, Kemenhaj...
Usai Puncak Haji, Kemenhaj Siapkan Fase Kepulangan Jemaah ke Tanah Air
Perjalanan Haji di Mina,...
Perjalanan Haji di Mina, DPR: Ada Jemaah 9 Jam di Tenda Tak Dapat Makan Akhirnya Drop
Soroti Kepadatan di...
Soroti Kepadatan di Mina, Marwan DPR: Kapasitas Tenda dan Area Belum Beri Kenyamanan Jemaah
Cerita Aiman Ricky Jadi...
Cerita Aiman Ricky Jadi Petugas Haji, Belajar Sabar dan Melayani Jemaah
129 Sampul Paspor Bekas...
129 Sampul Paspor Bekas Jemaah Haji Ditemukan Tercecer di Serpong, Imigrasi: Dokumen Lama
Viral Paspor Ditemukan...
Viral Paspor Ditemukan Berserakan di Jalan, Imigrasi Gelar Investigasi
Rekomendasi
Gempa M 5,0 Guncang...
Gempa M 5,0 Guncang NTT, Tidak Berpotensi Tsunami
IFG Life Bayarkan Klaim...
IFG Life Bayarkan Klaim Asuransi Kredit Nasabah Bank Sulselbar
Kapal Tanker Ketiga...
Kapal Tanker Ketiga Pembawa Minyak Iran Keluar dari Garis Blokade AS
Berita Terkini
Ekologi adalah Kesehatan:...
Ekologi adalah Kesehatan: Ketika Dua Visi Besar Emil Salim dan Farid Moeloek Menjadi Keharusan Zaman
Pakar: Tanpa Bukti Kuat,...
Pakar: Tanpa Bukti Kuat, Penyebutan 26 Nama dalam Dugaan Korupsi MBG Bisa Berujung Pidana
PPATK Minta Tambahan...
PPATK Minta Tambahan Anggaran Rp516,4 M untuk Perkuat Pemberantasan TPPU
Diskusi Budiman-Nusron-Sudaryono...
Diskusi Budiman-Nusron-Sudaryono di UGM Dibubarkan Mahasiswa, Qodari: Kalau Hanya Tuntutan, Bukan Demokrasi
Mengapa Pendonor Darah...
Mengapa Pendonor Darah Kita Tidak Kembali?
Evita: Ekspor Satu Pintu...
Evita: Ekspor Satu Pintu Harus Jadi Instrumen Hilirisasi, Bukan Ubah Jalur Penjualan
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved