Laksamana Maeda di Antara Cerita Penyusunan Naskah Proklamasi
Kamis, 13 Agustus 2020 - 13:50 WIB
loading...
A
A
A
Semangat pemuda Indonesia untuk segera mencapai kemerdekaan pun bangkit saat itu. Tiga tokoh Indonesia yakni Soekarno, Mohammad Hatta, dan Radjiman Wedyodiningrat pada 12 Agustus 1945 dipanggil oleh Panglima Tertinggi Jepang di Asia Tenggara, Marsekal Terauchi di markas besarnya di Dalat (sekarang Ho Chi Minh ) di Vietnam.
Terauchi dalam pertemuan itu berjanji bakal memberi bangsa Indonesia kemerdekaan pada 24 Agustus 1945. Kemudian, Radio Asia Raya mengumumkan kekalahan Jepang pada 15 Agustus 1945. (Baca juga: Pemerintah Ajak Masyarakat Ikut Upacara Kemerdekaan Secara Virtual )
Berita Kaisar Jepang, Hirohito menyerah kepada Sekutu kemudian tersebar luas di seluruh kalangan pemuda dan rakyat Indonesia. Para pemuda dan rakyat Indonesia menginginkan pelaksanaan kemerdekaan dilakukan sesegera mungkin.
Sementara itu, golongan tua menginginkan kemerdekaan dilaksanakan sesuai janji Jepang agar menghindari adanya pertumpahan darah. Lalu, golongan muda seperti Sukarni dan Chaerul Saleh menculik Soekarno dan Muhammad Hatta ke Rengasdengklok dan mendesak mereka segera membacakan proklamasi, pada 16 Agustus 1945.
Setelah melalui pembicaraan yang panjang akhirnya semua setuju proklamasi dibacakan di luar janji Jepang yakni 24 Agustus. Pada hari yang sama, para pemuda mengantarkan Soekarno dan Hatta kembali ke Jakarta untuk segera merumuskan naskah proklamasi.
Terauchi dalam pertemuan itu berjanji bakal memberi bangsa Indonesia kemerdekaan pada 24 Agustus 1945. Kemudian, Radio Asia Raya mengumumkan kekalahan Jepang pada 15 Agustus 1945. (Baca juga: Pemerintah Ajak Masyarakat Ikut Upacara Kemerdekaan Secara Virtual )
Berita Kaisar Jepang, Hirohito menyerah kepada Sekutu kemudian tersebar luas di seluruh kalangan pemuda dan rakyat Indonesia. Para pemuda dan rakyat Indonesia menginginkan pelaksanaan kemerdekaan dilakukan sesegera mungkin.
Sementara itu, golongan tua menginginkan kemerdekaan dilaksanakan sesuai janji Jepang agar menghindari adanya pertumpahan darah. Lalu, golongan muda seperti Sukarni dan Chaerul Saleh menculik Soekarno dan Muhammad Hatta ke Rengasdengklok dan mendesak mereka segera membacakan proklamasi, pada 16 Agustus 1945.
Setelah melalui pembicaraan yang panjang akhirnya semua setuju proklamasi dibacakan di luar janji Jepang yakni 24 Agustus. Pada hari yang sama, para pemuda mengantarkan Soekarno dan Hatta kembali ke Jakarta untuk segera merumuskan naskah proklamasi.
Lihat Juga :