Jejak Tiga Konsep Nasionalisme dalam Diskursus Keindonesiaan

Selasa, 19 Agustus 2025 - 18:48 WIB
loading...
Jejak Tiga Konsep Nasionalisme...
Nazaruddin, pemerhati masalah sosial, politik dan hukum. Foto/Dok.Pribadi
A A A
Nazaruddin
Pemerhati masalah sosial, politik dan hukum

DISKURSUS tentang apa makna "Indonesia" bukanlah hal baru. Sejak awal kemerdekaan, para pendiri bangsa telah mencoba merumuskan identitas ini. Jauh sebelum era digital, perdebatan tentang fondasi ke-Indonesiaan telah memicu kontroversi.

Tiga tokoh, Muhammad Yamin, Hamka, dan S. Takdir Alisjahbana (STA), menawarkan tiga konsep nasionalisme yang berbeda, namun ketiganya tetap relevan hingga kini.

Muhammad Yamin, seorang sejarawan dan politikus ulung, berpendapat bahwa bangsa Indonesia secara kultural sudah ada jauh sebelum kemerdekaan. Baginya, nasionalisme adalah kelanjutan dari sebuah "bangsa-budaya" yang telah lama berdiri dan hanya bertransformasi menjadi "bangsa-negara" di era modern.

Yamin percaya bahwa persatuan Indonesia memiliki tiang-tiang kukuh yang dibangun dari sejarah, bahasa, dan hukum adat yang sama. Ia mengagumi masa kejayaan Sriwijaya dan Majapahit, bahkan menyebut Gajah Mada sebagai "pemersatu Nusantara" yang paling cakap. Menurutnya, sejarah Indonesia adalah satu kesatuan yang tunggal, bukan kumpulan sejarah yang terpisah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tahun Baru Islam, Menag:...
Tahun Baru Islam, Menag: Momentum Pentingnya Dialog dan Merangkul Perbedaan
Sekjen GMNI Serukan...
Sekjen GMNI Serukan Gotong Royong dan Persatuan Nasional
Chatib Basri di Ajang...
Chatib Basri di Ajang Perang Ideologi Ekonomi
Maarif Institute Ajak...
Maarif Institute Ajak Publik Meneladani Buya Syafii melalui Pentas Budaya
Shanty Alda Nathalia...
Shanty Alda Nathalia Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan Bangsa di Hari Lahir Pancasila
Prabowo: Waisak Momentum...
Prabowo: Waisak Momentum Perkuat Persaudaraan dan Persatuan Bangsa
Sambut 1 Muharram, Ulama...
Sambut 1 Muharram, Ulama Ajak Masyarakat Tolak Provokasi dan Jaga Persatuan Umat
Aktivis Muda Nasional:...
Aktivis Muda Nasional: Persatuan Bangsa Penting di Tengah Tantangan Global
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, Kemendagri Gelar Garuda Youth Camp 2026 Pelajar SMA/SMK se-Jabodetabek
Rekomendasi
Prancis di Persimpangan...
Prancis di Persimpangan Mimpi dan Trauma
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
Puasa Tasua, Keutamaan...
Puasa Tasua, Keutamaan dan Jadwal Pelaksanaannya
Berita Terkini
Guntur Romli Tepis Tuduhan...
Guntur Romli Tepis Tuduhan BEM Bersatu: Kegilaan Logika Cocokologi yang Dipaksakan
Aliansi BEM Bersatu...
Aliansi BEM Bersatu Endus Dugaan Keterlibatan Politikus PDIP dalam Aksi Tolak MBG
Budiman Sesalkan Pembubaran...
Budiman Sesalkan Pembubaran Diskusi di UGM: Seharusnya Kita Bisa Berdialog dengan Sehat
Usai Temui Jokowi, IKA...
Usai Temui Jokowi, IKA BEM Nusantara Akan Bertemu Gibran, Bahas Apa?
Bonatua Silalahi Ungkap...
Bonatua Silalahi Ungkap Kejanggalan di Fotokopi Ijazah Jokowi: Tak Ada Tanggal Legalisir, Melanggar Peraturan
Digeruduk Mahasiswa...
Digeruduk Mahasiswa UGM saat Diskusi, Budiman Sudjatmiko: Kami Bersedia untuk Dikritik
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved