JK Sebut Film Dirty Vote Baru 25% Ungkap Kecurangan: Masih Ringan Dibanding Kenyataan
Senin, 12 Februari 2024 - 16:35 WIB
loading...
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK) mengomentari film dokumenter Dirty Vote yang menampilkan dugaan kecurangan Pemilu 2024 yang disampaikan Zainal Arifin Mochtar, Bivitri Susanti, dan Feri Amsari. Foto/MPI
A
A
A
JAKARTA - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK) mengomentari film dokumenter Dirty Vote yang menampilkan dugaan kecurangan Pemilu 2024 yang disampaikan tiga Ahli Hukum Tata Negara yakni Zainal Arifin Mochtar, Bivitri Susanti, dan Feri Amsari. Ia menilai bahwa film dokumenter itu luar biasa tapi masih ringan dibanding kenyataan di lapangan.
"Iya saya sudah nonton tadi malam. Dan itu, film itu betul luar biasa. Tapi semuanya kebenaran kan lengkap dengan foto, lengkap dengan kesaksian, tapi bagi saya, saya kira ini Dirty Vote, film ini tidak.. masih ringan dibanding kenyataan yang ada di masa itu," ujar JK kepada wartawan di kediamannya di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (12/2/2024).Baca juga: Dilarang, Nobar dan Bedah Film Dirty Vote di M Bloc Batal Digelar
JK menjelaskan tayangan dalam film dokumenter itu baru 25% dari kejadian yang terjadi selama masa pemilu saat ini.
"Masih tidak semuanya mungkin baru 25 persen karena tidak mencakup kejadian di daerah-daerah kejadian di kampung-kampung, kejadian bagaimana bansos diterima orang bagaimana datang petugas-petugas mempengaruhi orang," tuturnya.
JK menilai sosok Dandhy Laksono sebagai Sutradara masih sangat sopan. Ia menyebut kalau dibongkar semua pasti ada pihak yang masih marah.
"Iya saya sudah nonton tadi malam. Dan itu, film itu betul luar biasa. Tapi semuanya kebenaran kan lengkap dengan foto, lengkap dengan kesaksian, tapi bagi saya, saya kira ini Dirty Vote, film ini tidak.. masih ringan dibanding kenyataan yang ada di masa itu," ujar JK kepada wartawan di kediamannya di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (12/2/2024).Baca juga: Dilarang, Nobar dan Bedah Film Dirty Vote di M Bloc Batal Digelar
JK menjelaskan tayangan dalam film dokumenter itu baru 25% dari kejadian yang terjadi selama masa pemilu saat ini.
"Masih tidak semuanya mungkin baru 25 persen karena tidak mencakup kejadian di daerah-daerah kejadian di kampung-kampung, kejadian bagaimana bansos diterima orang bagaimana datang petugas-petugas mempengaruhi orang," tuturnya.
JK menilai sosok Dandhy Laksono sebagai Sutradara masih sangat sopan. Ia menyebut kalau dibongkar semua pasti ada pihak yang masih marah.