Megawati Sebut Peran NU dan Muhammadiyah di Masa Penjajahan Perlu Diapresiasi Dunia
Minggu, 11 Februari 2024 - 16:07 WIB
loading...
Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri mengatakan bahwa perjuang NU dan Muhammadiyah pada masa penjajahan menjadi dasar dirinya ingin menempatkan kedua organisasi Islam terbesar itu pada Zayed Award 2024. Foto/MPI/AldHi Chandra
A
A
A
JAKARTA - Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri mengatakan bahwa perjuang Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah pada masa penjajahan menjadi dasar yang membuat dirinya ingin menempatkan kedua organisasi Islam terbesar itu pada Zayed Award 2024.
Sebagai juri, Megawati mengaku sejak awal sudah menginginkan NU dan Muhammadiyah masuk ke dalam nominasi. Alasannya, tak lain karena perjuangan yang telah dilakukan oleh kedua organisasi Islam tersebut pada saat merebut kemerdekaan dari belenggu penjajahan.
Baca juga: Muhammadiyah dan NU Terima Penghargaan Zayed Award, Jokowi: Beri Kebanggaan Rakyat Indonesia
"Mereka ini bertempur bukannya hanya untuk membuat masjid dan lain sebagainya, mereka ikut bertempur untuk memerdekakan negara kami. Dari tahun, kalau Muhammadiyah 1912, kalau Nahdlatul Ulama 1926," ujar Megawati dalam sambutannya di Aula masjid At-Taufiq, Lenteng Agung, Jakarta, Minggu (11/2/2024).
Megawati mengatakan alasan ini sengaja disampaikan di hadapan para juri lainnya agar sejarah berdirinya sebuah bangsa tidak boleh dilupakan begitu saja. Sebab, ia melihat saat ini fenomena bahwa generasi penerus yang sudah mulai melupakan jasa-jasa para pejuang.
Sebagai juri, Megawati mengaku sejak awal sudah menginginkan NU dan Muhammadiyah masuk ke dalam nominasi. Alasannya, tak lain karena perjuangan yang telah dilakukan oleh kedua organisasi Islam tersebut pada saat merebut kemerdekaan dari belenggu penjajahan.
Baca juga: Muhammadiyah dan NU Terima Penghargaan Zayed Award, Jokowi: Beri Kebanggaan Rakyat Indonesia
"Mereka ini bertempur bukannya hanya untuk membuat masjid dan lain sebagainya, mereka ikut bertempur untuk memerdekakan negara kami. Dari tahun, kalau Muhammadiyah 1912, kalau Nahdlatul Ulama 1926," ujar Megawati dalam sambutannya di Aula masjid At-Taufiq, Lenteng Agung, Jakarta, Minggu (11/2/2024).
Megawati mengatakan alasan ini sengaja disampaikan di hadapan para juri lainnya agar sejarah berdirinya sebuah bangsa tidak boleh dilupakan begitu saja. Sebab, ia melihat saat ini fenomena bahwa generasi penerus yang sudah mulai melupakan jasa-jasa para pejuang.
Lihat Juga :