Booming-nya Fenomena Child-Free: Memilih Hidup tanpa Anak Semakin Populer

Kamis, 04 Januari 2024 - 16:44 WIB
loading...
A A A
Sebenarnya ‘child-free’ telah ada sejak awal 1900-an, meskipun baru pada tahun 1970-an para feminis mulai menggunakannya secara lebih luas, sebagai cara untuk menunjukkan perempuan yang secara sukarela tidak memiliki anak. Sedangkan di Indonesia istilah ini baru marak sekitar tahun 2021 an.

Akhiran ‘free’ atau ‘bebas’ dipilih untuk menangkap rasa kebebasan dan kurangnya kewajiban yang dirasakan oleh banyak dari mereka yang secara sukarela memutuskan untuk tidak memiliki anak. Namun, sebagian besar penelitian akademis biasanya “mengelompokkan semua orang yang tidak memiliki anak ke dalam kelompok yang sama,” jelas Elizabeth Hintz, asisten profesor komunikasi di University of Connecticut, AS, yang mempelajari persepsi tentang identitas mereka yang child-free.

Ini tidak mencerminkan pengalaman dan perasaan yang sangat berbeda dari orang-orang yang child-free dan childless, katanya, dan berarti ada kekurangan data komparatif jangka panjang yang secara khusus melihat kedua kelompok tersebut (Savage, 2023).

Fenomena child-free pada generasi milenial semakin banyak terjadi di masyarakat saat ini. Hal ini menunjukkan adanya perubahan nilai dan pandangan tentang kehidupan keluarga di era modern.

Menurut Nirmala Ika Kusumaningrum, konselor keluarga dan psikolog klinis dewasa dari Universitas Indonesia, istilah child-free sudah bukan hal yang baru di kalangan generasi milenial. Ia juga mengungkap beberapa alasan yang mendasari fenomena ini; pengalaman tumbuh dewasa, trauma pengasuhan masa kecil, masalah ekonomi dan kesehatan mental, hingga pemikiran mengenai beratnya tanggung jawab menjadi orang tua.

Generasi milenial sudah memiliki kesadaran bahwa anak juga membutuhkan dukungan emosional dan kasih sayang, selain kebutuhan dasar seperti sandang, pangan, dan papan. Kusumaningrum menambahkan, variabel lain yang ikut menjadi penyebab meningkatnya child-free pada generasi milenial adalah aksesibilitas.

Milenial saat ini memiliki banyak keuntungan karena memiliki akses gratis ke lebih banyak informasi tentang child-free, masalah keluarga, anak, dan kesehatan mental berkat teknologi canggih. Informasi-informasi tersebut dapat menjadi pertimbangan untuk menentukan opsi terbaik dalam memutuskan memiliki anak atau tidak (Purnama, 2022).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Islam: Agama yang Paling...
Islam: Agama yang Paling Disalahpahami
Asta Cita dan Reposisi...
Asta Cita dan Reposisi Peran Negara versus Pasar
Kasus dr Tifa dan Roy...
Kasus dr Tifa dan Roy Suryo P-21, Akankah Polemik Ijazah Berakhir di Pengadilan?
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
Ruben Onsu Tak Lagi...
Ruben Onsu Tak Lagi Harapkan Permintaan Maaf Sarwendah, Hanya Ingin Bertemu Anak
Dilarang Sering Gendong...
Dilarang Sering Gendong Baby Soleil, Alyssa Daguise Bantah Mitos Bayi Bau Tangan
Viral Mitos Lemak Berbahaya...
Viral Mitos Lemak Berbahaya untuk MPASI Anak, Ini Penjelasan Dokter!
Rekomendasi
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
Raih Penghargaan Garda...
Raih Penghargaan Garda Kemanusiaan Aceh, Safrizal: Penanganan Bencana Kerja Kolaboratif
Berita Terkini
Mahasiswa Soroti Pemborosan...
Mahasiswa Soroti Pemborosan APBN, Qodari: Prabowo Berhasil Hemat Rp300 Triliun
Polri Gelar Nobar Piala...
Polri Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Pakar Hukum: Mendekatkan Polisi dengan Masyarakat
Ditahan KPK, Asrul Azis...
Ditahan KPK, Asrul Azis Tersangka Baru Kasus Kuota Haji Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel
Tepis Ada Pembagian...
Tepis Ada Pembagian Keuntungan Program MBG ke Presiden, Kepala BGN: Hoaks
PP Himmah: Waspada Aksi...
PP Himmah: Waspada Aksi Reformasi Jilid II Dimanfaatkan Hambat Program Pemerintah
Kejagung: Sony Sanjaya...
Kejagung: Sony Sanjaya Tak Bisa Jadi Justice Collaborator Jika Menjadi Pelaku Utama
Infografis
Pembantaian Israel di...
Pembantaian Israel di Rafah: Anak Tanpa Kepala, Banyak Jasad Hangus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved