Ganjar-Mahfud Gagas Zaken Kabinet, Demokrasi Dinilai Akan Lebih Sehat
Minggu, 24 Desember 2023 - 08:47 WIB
loading...
A
A
A
Tanpa sistem jatah menteri, Ganjar-Mahfud bisa mengangkat para menteri yang dianggap kompeten dalam menjalankan pemerintahan sesuai bidang keahliannya. "Jadi mirip dengan kabinet ahli," kata Dekan FISIP Universitas Pamulang ini.
Yusak menambahkan desain kabinet ahli juga akan mengurangi angka korupsi. Zaken Kabinet, kata Yusak, sangat mungkin dilakukan PDIP dan partai politik pengusung pasangan Ganjar-Mahfud.
"Kalau kita lihat postur koalisi pendukung Ganjar-Mahfud, gagasan pembentukan zaken kabinet atau kabinet ahli memang dimungkinkan karena postur koalisinya ramping," tutur Yusak.
Namun, dia mengingatkan tujuan sebenarnya dari membentuk kabinet ahli. "Perlu dipertegas agar menteri yang diambil benar-benar dari kalangan ahli atau profesional nonpartai," tandas Yusak.
Untuk diketahui, pasangan Ganjar-Mahfud berkomitmen membentuk kabinet tanpa sistem ‘jatah menteri’ jika nantinya terpilih memimpin Indonesia. Mahfud menyatakan secara politik, nantinya pengangkatan menteri tidak boleh memakai sistem politik ‘dagang sapi’.
Baca juga: Ganjar-Mahfud Usung Program Satu Keluarga Satu Sarjana Diyakini Bisa Capai Indonesia Emas 2045
"Karena kan hampir semua orang tahu tuh penyusunan kabinet kan kadang kala jatah-jatahan untuk partai koalisi. Nah, kita sudah berbicara dengan Pak Ganjar, dengan partai koalisi, besok enggak pakai jatah-jatahan lho," kata Mahfud dalam sebuah program di televisi swasta, Kamis (21/12/2023).
Yusak menambahkan desain kabinet ahli juga akan mengurangi angka korupsi. Zaken Kabinet, kata Yusak, sangat mungkin dilakukan PDIP dan partai politik pengusung pasangan Ganjar-Mahfud.
"Kalau kita lihat postur koalisi pendukung Ganjar-Mahfud, gagasan pembentukan zaken kabinet atau kabinet ahli memang dimungkinkan karena postur koalisinya ramping," tutur Yusak.
Namun, dia mengingatkan tujuan sebenarnya dari membentuk kabinet ahli. "Perlu dipertegas agar menteri yang diambil benar-benar dari kalangan ahli atau profesional nonpartai," tandas Yusak.
Untuk diketahui, pasangan Ganjar-Mahfud berkomitmen membentuk kabinet tanpa sistem ‘jatah menteri’ jika nantinya terpilih memimpin Indonesia. Mahfud menyatakan secara politik, nantinya pengangkatan menteri tidak boleh memakai sistem politik ‘dagang sapi’.
Baca juga: Ganjar-Mahfud Usung Program Satu Keluarga Satu Sarjana Diyakini Bisa Capai Indonesia Emas 2045
"Karena kan hampir semua orang tahu tuh penyusunan kabinet kan kadang kala jatah-jatahan untuk partai koalisi. Nah, kita sudah berbicara dengan Pak Ganjar, dengan partai koalisi, besok enggak pakai jatah-jatahan lho," kata Mahfud dalam sebuah program di televisi swasta, Kamis (21/12/2023).
(kri)
Lihat Juga :