Jenderal Kopassus Ini Tolak Uang Puluhan Juta dari Pejabat saat Kerusuhan Mei 1998
Kamis, 07 Desember 2023 - 06:21 WIB
loading...
A
A
A
Selama Kopassus berada di rumah rakyat, bantuan sebagai ucapan terima kasih terus mengalir, mulai dari rokok sampai baju dalam yang kemudian disalurkan lagi pada masyarakat di sekitarnya yang membutuhkan. Doni berpesan masyarakat harus didekati dengan ramah dan sopan.
Pada hari itu, Doni melakukan patroli keliling dan dia melihat sekelompok pemuda sedang nongkrong dan menawarkan pada mereka siapa yang mau ikut jalan-jalan. Seorang pemuda menyatakan kebersediannya. Di dalam mobil Doni bertanya mengenai penjarahan terhadap Kelapa Gading yang diisukan akan terjadi hari itu.
"Gimana mau jarah Kelapa Gading? Semua rumah sudah ada pasukan Bapak, jadi mana bisa ngumpulin orang," jawab pemuda tersebut dikutip SINDOnews, Kamis (7/12/2023).
Doni sendiri hampir tidak percaya ketika mendengar jawaban pemuda itu, tetapi Doni mengaku lega karena strategi 'pagar' di sekitar Kelapa Gading ternyata berhasil mencegah penjarahan dan pembakaran. Mungkin warga Kelapa Gading sendiri sampai sekarang tidak pernah menyadari bahwa saat itu mereka dijaga pasukan Kopassus yang tidak terlihat.'
Pada 19 Mei, Doni diperintahkan bergeser mengamankan Medan Merdeka Timur, diiringi reaksi rakyat yang cukup mengharukan, sampai ada seorang tokoh masyarakat di daerah Kramat Tunggak berkata jika saja masih ada anaknya yang gadis, dia ingin sekali menikahkan anaknya dengan prajurit Kopassus, karena mereka begitu ramah dan sopan.
Bahkan ketika ada yang memberi uang satu kantong plastik, prajurit itu menolak. Bagi seorang prajurit, perintah adalah tugas dan menolak satu kantong kresek sama sekali tidak masalah.
Pada hari itu, Doni melakukan patroli keliling dan dia melihat sekelompok pemuda sedang nongkrong dan menawarkan pada mereka siapa yang mau ikut jalan-jalan. Seorang pemuda menyatakan kebersediannya. Di dalam mobil Doni bertanya mengenai penjarahan terhadap Kelapa Gading yang diisukan akan terjadi hari itu.
"Gimana mau jarah Kelapa Gading? Semua rumah sudah ada pasukan Bapak, jadi mana bisa ngumpulin orang," jawab pemuda tersebut dikutip SINDOnews, Kamis (7/12/2023).
Doni sendiri hampir tidak percaya ketika mendengar jawaban pemuda itu, tetapi Doni mengaku lega karena strategi 'pagar' di sekitar Kelapa Gading ternyata berhasil mencegah penjarahan dan pembakaran. Mungkin warga Kelapa Gading sendiri sampai sekarang tidak pernah menyadari bahwa saat itu mereka dijaga pasukan Kopassus yang tidak terlihat.'
Pada 19 Mei, Doni diperintahkan bergeser mengamankan Medan Merdeka Timur, diiringi reaksi rakyat yang cukup mengharukan, sampai ada seorang tokoh masyarakat di daerah Kramat Tunggak berkata jika saja masih ada anaknya yang gadis, dia ingin sekali menikahkan anaknya dengan prajurit Kopassus, karena mereka begitu ramah dan sopan.
Bahkan ketika ada yang memberi uang satu kantong plastik, prajurit itu menolak. Bagi seorang prajurit, perintah adalah tugas dan menolak satu kantong kresek sama sekali tidak masalah.
(cip)
Lihat Juga :