Hadiri Mubes IX PGPI, Ganjar: Perizinan Pendirian Tempat Ibadah Harus Dipermudah
Kamis, 30 November 2023 - 15:52 WIB
loading...
Capres Ganjar Pranowo bertemu puluhan Ketua Sinode dan pendeta dari Persekutuan Gereja-Gereja Pentakosta Indonesia (PGPI). Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Calon presiden (Capres) Partai Perindo Ganjar Pranowo bertemu puluhan Ketua Sinode dan pendeta dari Persekutuan Gereja-Gereja Pentakosta Indonesia (PGPI). Dalam pertemuan tersebut, Ganjar mendukung kebebasan beribadah.
Hal itu diungkapkan Ganjar saat menghadiri Mubes IX PGPI di Jakarta. Ganjar yang hadir dalam acara itu menjadi tempat curhat para Ketua Sinode dan pendeta PGPI. Banyak hal disampaikan ke Ganjar, salah satunya adalah terkait kebebasan beribadah dan mendirikan tempat ibadah.
"Kami sangat senang dan bahagia Pak Ganjar hadir dalam Mubes ini. Di sini hadir para Sinode dan pendeta dari 53.000 lebih gereja kami. Kebetulan ada bapak, kesempatan kami untuk curhat," ucap Ketua PGPI, Pdt. Jason Bolompapueng.
Baca juga: Ganjar Pranowo Ingin Kembalikan Roh Indonesia sebagai Negara Agraris
Kepada Ganjar, Jason menceritakan bagaimana sulitnya mendapatkan izin mendirikan gereja di beberapa wilayah di Indonesia. Padahal, semua persyaratan sudah dipenuhi. "Sampai bertahun-tahun izin belum juga keluar. Bagaimana kami mau ibadah, kalau urus izin pendirian tempatnya saja susah," imbuhnya.
Hal itu diungkapkan Ganjar saat menghadiri Mubes IX PGPI di Jakarta. Ganjar yang hadir dalam acara itu menjadi tempat curhat para Ketua Sinode dan pendeta PGPI. Banyak hal disampaikan ke Ganjar, salah satunya adalah terkait kebebasan beribadah dan mendirikan tempat ibadah.
"Kami sangat senang dan bahagia Pak Ganjar hadir dalam Mubes ini. Di sini hadir para Sinode dan pendeta dari 53.000 lebih gereja kami. Kebetulan ada bapak, kesempatan kami untuk curhat," ucap Ketua PGPI, Pdt. Jason Bolompapueng.
Baca juga: Ganjar Pranowo Ingin Kembalikan Roh Indonesia sebagai Negara Agraris
Kepada Ganjar, Jason menceritakan bagaimana sulitnya mendapatkan izin mendirikan gereja di beberapa wilayah di Indonesia. Padahal, semua persyaratan sudah dipenuhi. "Sampai bertahun-tahun izin belum juga keluar. Bagaimana kami mau ibadah, kalau urus izin pendirian tempatnya saja susah," imbuhnya.
Lihat Juga :