Sinergi Pendidikan Antikorupsi Menuju Indonesia Maju
Sabtu, 25 November 2023 - 06:18 WIB
loading...
A
A
A
Pada survey Indeks Persepsi Korupsi (IPK) 2022 terhadap 180 negara di dunia menunjukkan lima negara yang secara berurutan menjadi juara IPK tertinggi abadi, yakni Denmark, Selandia Baru, Finlandia, Singapura dan Swedia. Kelima negara ini mendapat skor antara 85 dan 88 dengan kesamaan yang dimiliki negara ini adalah transparansi fiskal dan integritas yang tinggi.
Data tersebut membuka mata kita bahwa, negara-negara dengan tingkat korupsi yang rendah memiliki indeks pembangunan manusia yang tinggi. Sehingga, selayaknya dapat kita simpulkan bahwa melawan korupsi adalah membangun budaya moralitas antikorupsi menuju langkah konkret kemajuan. Sebutlah Finlandia, negara yang terkenal nomor wahid dalam sistem pendidikannya mereka memiliki konsep pembangunan manusia sebagai prioritas.
baca juga: Roadshow Bus Antikorupsi, Sekda DKI: Jakarta Komitmen Berantas Korupsi
Melalui pendidikan antikorupsi, masyarakat dapat semakin berdaya dengan pemahaman yang tertanam kuat sekaligus mengerti setiap konsekuensi buruk dari tindakan korupsi. Semua lini terdampak, bukan hanya bagi pembangunan namun juga dalam setiap sendi kehidupan bermasyarakat.
Nilai-nilai integritas dan moralitas yang menyatu dengan kurikulum pendidikan dapat menjadi benih untuk menanamkan budaya antikorupsi di kalangan generasi muda kini dan mendorongnya sebagai agen perubahan. Sebuah investasi masa depan untuk pembangunan berkelanjutan mewujudkan Indonesia maju, pendidikan beintegritas harus terus menjadi nafas, menjadi arah langkah pendidikan kita.
Terintegrasi dalam kurikulum pendidikan antikorupsi yang dimulai sejak dini untuk membangun manusia Indonesia yang kuat, bermoral dan berintegritas, tentu langkah strategis ini membutuhkan kolaborasi. Bukan sebuah upaya yang bersifat sekali jalan. Melainkan suatu proses berkelanjutan yang membutuhkan keterlibatan dari semua pihak yang merasa memiliki Indonesia. Mereka yang mau dan mampu berkata tidak pada korupsi!
Data tersebut membuka mata kita bahwa, negara-negara dengan tingkat korupsi yang rendah memiliki indeks pembangunan manusia yang tinggi. Sehingga, selayaknya dapat kita simpulkan bahwa melawan korupsi adalah membangun budaya moralitas antikorupsi menuju langkah konkret kemajuan. Sebutlah Finlandia, negara yang terkenal nomor wahid dalam sistem pendidikannya mereka memiliki konsep pembangunan manusia sebagai prioritas.
baca juga: Roadshow Bus Antikorupsi, Sekda DKI: Jakarta Komitmen Berantas Korupsi
Melalui pendidikan antikorupsi, masyarakat dapat semakin berdaya dengan pemahaman yang tertanam kuat sekaligus mengerti setiap konsekuensi buruk dari tindakan korupsi. Semua lini terdampak, bukan hanya bagi pembangunan namun juga dalam setiap sendi kehidupan bermasyarakat.
Nilai-nilai integritas dan moralitas yang menyatu dengan kurikulum pendidikan dapat menjadi benih untuk menanamkan budaya antikorupsi di kalangan generasi muda kini dan mendorongnya sebagai agen perubahan. Sebuah investasi masa depan untuk pembangunan berkelanjutan mewujudkan Indonesia maju, pendidikan beintegritas harus terus menjadi nafas, menjadi arah langkah pendidikan kita.
Terintegrasi dalam kurikulum pendidikan antikorupsi yang dimulai sejak dini untuk membangun manusia Indonesia yang kuat, bermoral dan berintegritas, tentu langkah strategis ini membutuhkan kolaborasi. Bukan sebuah upaya yang bersifat sekali jalan. Melainkan suatu proses berkelanjutan yang membutuhkan keterlibatan dari semua pihak yang merasa memiliki Indonesia. Mereka yang mau dan mampu berkata tidak pada korupsi!
(hdr)
Lihat Juga :