Setara Institute Mengetuk Hati Lembaga Survei
Senin, 20 November 2023 - 15:53 WIB
loading...
Ilustrasi lembaga survei. Foto/Dok SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Setara Institute sebagai salah satu lembaga yang juga sering melakukan survei mengetuk hati para kolega untuk mengembalikan posisi survei sebagaimana tujuan asalnya. Bukan hanya standar etik yang dipedomani, tetapi juga ada nilai kebajikan yang dipromosikan.
Hal itu dikatakan oleh Ketua Badan Pengurus Setara Institute Ismail Hasani dalam siaran pers, Senin (20/11/2023). “Demi keadilan pemilu, Setara Institute juga mendorong netralitas genuine yang didukung oleh sistem, standar operasi, dan penyikapan atas dugaan pelanggaran alat-alat negara secara transparan, dan berkeadilan. Langkah ini akan efektif hanya jika dimulai dari Presiden Jokowi,” kata Ismail.
Dia mengatakan, survei adalah instrumen pengetahuan dan teknologi penyerap aspirasi masyarakat yang sudah sejak lama dipraktikkan dalam negara demokratis, termasuk di Indonesia. “Survei juga telah menghubungkan aspirasi publik yang tersumbat dengan para pengambil kebijakan negara, yang selama ini sering kali berjarak,” tuturnya.
Baca juga: Setara Institute Desak Anwar Usman Mundur dari Hakim MK
Oleh karenanya, lanjut dia, survei adalah bentuk kebebasan berekspresi, berpendapat, dan kebebasan akademik. Bahkan, jika hasil survei menjadi kontroversi, maka bukan hasil survei yang dikritik.
Hal itu dikatakan oleh Ketua Badan Pengurus Setara Institute Ismail Hasani dalam siaran pers, Senin (20/11/2023). “Demi keadilan pemilu, Setara Institute juga mendorong netralitas genuine yang didukung oleh sistem, standar operasi, dan penyikapan atas dugaan pelanggaran alat-alat negara secara transparan, dan berkeadilan. Langkah ini akan efektif hanya jika dimulai dari Presiden Jokowi,” kata Ismail.
Dia mengatakan, survei adalah instrumen pengetahuan dan teknologi penyerap aspirasi masyarakat yang sudah sejak lama dipraktikkan dalam negara demokratis, termasuk di Indonesia. “Survei juga telah menghubungkan aspirasi publik yang tersumbat dengan para pengambil kebijakan negara, yang selama ini sering kali berjarak,” tuturnya.
Baca juga: Setara Institute Desak Anwar Usman Mundur dari Hakim MK
Oleh karenanya, lanjut dia, survei adalah bentuk kebebasan berekspresi, berpendapat, dan kebebasan akademik. Bahkan, jika hasil survei menjadi kontroversi, maka bukan hasil survei yang dikritik.
Lihat Juga :