Kredibilitas MK di Era Jokowi Rusak, Bukan Contoh Bagus bagi Keluarga
Sabtu, 28 Oktober 2023 - 20:31 WIB
loading...
Komunitas Utan Kayu menggelar diskusi beranda politik dengan tema Demokrasi dan Ancaman Terhadapnya di Jalan Utan Kayu Raya, Matraman, Jakarta Timur, Jumat (27/10/2023). Foto/Dok. SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Komunitas Utan Kayu menggelar diskusi beranda politik dengan tema Demokrasi dan Ancaman Terhadapnya. Diskusi ini menghadirkan pembicara seorang budayawan sekaligus wartawan senior Goenawan Mohamad (GM).
GM menilai demokrasi saat ini sangat mengkhawatirkan dan tidak menyenangkan. Pasalnya, tatanan hukum telah dirusak Mahkamah Konstitusi (MK) di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo ( Jokowi ).
“Tatanan hukum dirusak oleh MK sendiri dan itu yang mengkhawatirkan. Kalau MK merusak, maka kepercayaan orang kepada wasit yang tidak memihak akan hilang dan kalau kepercayaan hilang maka konflik tidak bisa diatasi dengan damai,” katanya di Jalan Utan Kayu Raya, Matraman, Jakarta Timur, Jumat (27/10/2023). Baca juga: Ketua MK Anwar Usman Dilaporkan ke KPK atas Dugaan Kolusi dan Nepotisme
Dia mengaku kecewa dengan kondisi demokrasi saat ini. Dia pun melihat respons dari masyarakat sangat luar biasa dari kondisi yang terjadi. “Sudah jelas saya kecewa dan saya sudah menulis. Melihat itu, respons dari masyarakat luar biasa,” sambungnya.
Sementara, Guru Besar Antropologi Hukum Universitas Indonesia (UI) Sulistyowati Irianto menilai MK yang sangat dihormati telah kehilangan legitimasi dan miskin kredibilitas. “Semua orang membicarakannya. Soal nepotisme, kolusi, etika yang hilang. Itu berdampak pada ruang keluarga, jadi ada hubungan langsung antara negara dan ruang keluarga,” jelasnya.
GM menilai demokrasi saat ini sangat mengkhawatirkan dan tidak menyenangkan. Pasalnya, tatanan hukum telah dirusak Mahkamah Konstitusi (MK) di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo ( Jokowi ).
“Tatanan hukum dirusak oleh MK sendiri dan itu yang mengkhawatirkan. Kalau MK merusak, maka kepercayaan orang kepada wasit yang tidak memihak akan hilang dan kalau kepercayaan hilang maka konflik tidak bisa diatasi dengan damai,” katanya di Jalan Utan Kayu Raya, Matraman, Jakarta Timur, Jumat (27/10/2023). Baca juga: Ketua MK Anwar Usman Dilaporkan ke KPK atas Dugaan Kolusi dan Nepotisme
Dia mengaku kecewa dengan kondisi demokrasi saat ini. Dia pun melihat respons dari masyarakat sangat luar biasa dari kondisi yang terjadi. “Sudah jelas saya kecewa dan saya sudah menulis. Melihat itu, respons dari masyarakat luar biasa,” sambungnya.
Sementara, Guru Besar Antropologi Hukum Universitas Indonesia (UI) Sulistyowati Irianto menilai MK yang sangat dihormati telah kehilangan legitimasi dan miskin kredibilitas. “Semua orang membicarakannya. Soal nepotisme, kolusi, etika yang hilang. Itu berdampak pada ruang keluarga, jadi ada hubungan langsung antara negara dan ruang keluarga,” jelasnya.
Lihat Juga :