Korona, Kiai, dan Immune Booster

Kamis, 30 April 2020 - 06:30 WIB
loading...
A A A
Jadi, yang sedang dimainkan oleh sejumlah kiai melalui ungkapan dan nasihat keagamaan di atas adalah menjaga dan sekaligus mengelola tekanan emosi jiwa (emotional stress) yang sedang dihadapi warga masyarakat. Hanya bedanya dengan dokter dan atau tenaga medis profesional, peranti dan bentuk aktivitas klinis yang dimainkan kiai berada dalam otoritas keagamaan dan bukan medis.

Tetapi sejatinya, kiai dan dokter bertemu pada satu titik konsentrasi, yakni sama-sama menjaga kesehatan individu warga masyarakat melalui penjagaan yang kuat atas hubungan antara jiwa dan raga. Sebab, dalam khazanah medis pun, hubungan antara jiwa dan raga, atau dalam bahasa keilmuan standarnya disebut mind dan body, juga menjadi kajian tersendiri, termasuk di antaranya dalam kaitan dengan sistem kekebalan tubuh manusia.

Pasalnya, sakit fisik dalam bentuk seperti sakit jantung dan perut diyakini pula dalam dunia medis memiliki kaitan erat dengan, dan menjadi dampak terukur dari, tekanan emosi jiwa. Dan apa pun tantangan dan kondisinya, keilmuan medis pun mengkaji betul hubungan antara tekanan emosi jiwa dan fungsi kekebalan tubuh. Jika emosi jiwa tertekan secara kuat, maka fungsi kekebalan tubuh pun dipandang akan terganggu dan menurun.

Jadi, para kiai pun tampak ingin menjaga dan sekaligus meningkatkan sistem kekebalan tubuh (immunity booster) individu-individu warga masyarakat agar tetap stabil dan tidak bangkrut, sebagaimana juga dilakukan para dokter dan tenaga medis profesional. Hanya caranya saja yang berbeda dengan kalangan profesional di bidang medis itu. Kiai menggunakan spiritualisme dalam menyugesti pengelolaan tekanan emosi jiwa, dokter menggunakan perspektif medis.

Lalu pertanyaan ujungnya, apakah dengan nasihat keagamaan melalui kalimat-kalimat di atas para kiai telah melanggar prinsip edukasi yang produktif kepada masyarakat? Tentu jawabannya tidak. Justru dengan kalimat dan ungkapan nasihat di atas, kiai sedang mengajarkan kepada kita tentang asas profesionalisme. Kiai memberikan pelajaran untuk tidak keluar dari batas otoritas akademiknya di bidang keagamaan.

Lebih dari itu, dalam kasus virus korona, kiai sedang menjaga dan meningkatkan imun individu masyarakat melalui prinsip spiritualisme positif. Bentuknya adalah ajaran bahwa sabar adalah immune booster. Bahwa tawakal adalah immune booster. Bahwa tidak stres adalah immune booster. Dan, bahwa tenang adalah immune booster. Tentu, jika kiai dan dokter bersinergi, maka cakupan immune booster akan bergerak semakin sempurna. (*)
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Presiden Jokowi Segera...
Presiden Jokowi Segera Cabut Status Pandemi Covid-19
Menko PMK: Pasien Covid-19...
Menko PMK: Pasien Covid-19 Kini Ditanggung BPJS Kesehatan
SDGs Kesehatan dan Litbang
SDGs Kesehatan dan Litbang
Dokter Reisa Ungkap...
Dokter Reisa Ungkap Penyebab Kasus Covid-19 Naik Pesat
Kemenkes Minta Masyarakat...
Kemenkes Minta Masyarakat Waspadai Subvarian Baru Omicron
Menko PMK Sebut Covid-19...
Menko PMK Sebut Covid-19 Peringkat 14 Penyebab Kematian di Indonesia
Satu Lagi Varian Baru...
Satu Lagi Varian Baru Virus Corona Bikin Was-was Ahli Kesehatan
8 Virus yang Berpotensi...
8 Virus yang Berpotensi Menyebabkan Pandemi, Ancaman bagi Kesehatan Global
Diserang Virus Misterius,...
Diserang Virus Misterius, Warga Kazakhstan Diwajibkan Pakai Masker hingga 2025
Rekomendasi
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
Lokasi PFII Belum Final,...
Lokasi PFII Belum Final, Purbaya: Nanti yang Nentuin Menteri Keuangan
Berita Terkini
Abdullah Alkatiri Yakin...
Abdullah Alkatiri Yakin JPU Tidak Bakal Mendakwa Ulang Dokter Tifa
Momen Keakraban Cak...
Momen Keakraban Cak Imin, Dasco, dan Angela Tanoesoedibjo di Harlah ke-28 PKB
Hadiri Harlah ke-28...
Hadiri Harlah ke-28 PKB, Partai Perindo Ajak Kolaborasi Bangun Ekonomi Kerakyatan
Prabowo Singgung Londo...
Prabowo Singgung Londo Ireng: Sekarang Pakai Baju Wartawan, Pengamat, hingga LSM
Dokter Tifa Sudah Siapkan...
Dokter Tifa Sudah Siapkan 2.000 Pertanyaan untuk Jokowi jika Sidang Berlanjut
Perjalanan Rapat Istana...
Perjalanan Rapat Istana Sempat Tertunda, Mentan Amran Turun Tangan Selamatkan Korban Kecelakaan
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved