alexa snippet

Sukses Berdemokrasi

Sukses Berdemokrasi
Usai sudah proses demokrasi elektoral pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta yang berlangsung Rabu (19/4) kemarin. Semua proses pelaksanaan berjalan secara tertib, aman, dan damai. Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
USAI sudah proses demokrasi elektoral pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta yang berlangsung Rabu (19/4) kemarin. Semua proses pelaksanaan berjalan secara tertib, aman, dan damai. Tak ada ketakutan, kekacauan dan kericuhan seperti yang dikhawatirkan banyak kalangan.

Kedewasaan sikap warga DKI Jakarta patut mendapatkan apresiasi dan acungan jempol karena berhasil melaksanakan pemilu yang jujur dan adil. Meski mendapatkan pengamanan berlipat ganda yaitu sekitar 62.000 anggota kepolisian dibantu TNI dan Linmas, semua hal yang dikhawatirkan bisa dihindari. Inilah cermin kedewasaan berdemokrasi di Tanah Air yang menjadi kemenangan semua pihak dari rakyat hingga penyelenggara pemilukada.
 
Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur sebelum melakukan pencoblosan di TPS masing-masing juga dapat menunjukkan kesantunan yang menyejukkan. Melalui siaran televisi, masing-masing keluarga pasangan calon memberikan dukungan semangat dalam menghadapi pertarungan yang akan berujung menang atau kalah.

Pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat maupun Anies Baswedan dan Sandiaga Uno sama-sama menjadikan keluarga sebagai kekuatan utama dalam menghadapi pertarungan yang sangat mendebarkan.
 
Terlepas dari belum diumumkannya secara resmi hasil penghitungan suara oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) DKI Jakarta, penghitungan cepat yang dilakukan oleh sejumlah lembaga survei telah menunjukkan kemenangan pasangan nomor tiga, yaitu Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Selisih suara yang cukup signifikan menjadi gambaran harapan warga DKI kepada siapa pembangunan Jakarta lima tahun ke depan dipercayakan.

Apa yang dilakukan Anies-Sandi dan Ahok-Djarot dalam perjuangan yang luar biasa selama delapan bulan terakhir harus mendapatkan aplaus karena dapat mengakhiri pertarungan dengan kedamaian. Ahok-Djarot secara ksatria mengakui kekalahannya dan menghormati suara warga DKI Jakarta yang memberikan kepercayaan kepada Anies-Sandi sebagai gubernur baru.
 
Dalam keterangan persnya di Hotel Pullman petang kemarin, Ahok berjanji akan membantu semua yang dibutuhkan oleh Anies-Sandi, termasuk dalam menjalankan berbagai program open government.

Ahok juga berjanji akan menyelesaikan masa baktinya selama enam bulan ke depan sebagai gubernur DKI Jakarta dengan baik, termasuk menyiapkan berbagai data yang dibutuhkan oleh gubernur baru. Komitmen Ahok membantu program Anies di masa mendatang menjadi contoh kematangan pemimpin yang legawa atas kekalahannya dan patut dijadikan contoh.

Sementara Anies dalam pidatonya menegaskan bahwa kemenangan yang diraih bukan untuk Anies-Sandi semata, melainkan untuk seluruh warga Jakarta dalam mewujudkan keadilan sosial. Menurutnya, agenda utama dan pertama yang akan dilakukan adalah memastikan Jakarta tetap bersatu dan menjadi milik semua.
 
Sekali lagi, pelaksanaan pilkada kemarin menjadikan bukti warga Jakarta mampu berpolitik secara santun di tengah tekanan kasus Ahok yang telah meluas. Pelajaran berdemokrasi dan menegakkan toleransi telah diwujudkan dengan sukses di Pilkada Jakarta.

Keretakan pertemanan dan persaudaraan yang terjadi beberapa waktu lalu saat proses pilkada sudah saatnya diperbaiki dan kembali menjalin silaturahmi. Perbedaan pendapat dalam mengusung calon pemimpin menjadi hal yang lumrah, namun menjadi luar biasa bila hal itu berlanjut hingga usainya pilkada.

Serangan dan intimidasi antara tim sukses masing-masing pasangan calon yang terjadi di media sosial juga sudah sepatutnya dihentikan dan tidak dilanjutkan.
 
Kedewasaan berpolitik 7,2 juta warga DKI Jakarta yang telah menggunakan hak pilihnya dengan baik tentu harus menjadi contoh pelaksanaan pemilihan kepala daerah yang akan berlangsung di beberapa wilayah lainnya tahun depan.

Menurut data KPU, 171 daerah akan melaksanakan pilkada serentak pada Juni 2018 dengan 17 daerah di antaranya melakukan pemilihan gubernur. Beberapa provinsi besar yang akan memilih gubernur baru di antaranya Bali, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, dan Sumatera Selatan. Semoga suksesnya Pilkada Jakarta dapat menjadi cermin pilkada-pilkada lainnya.
(poe)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top