Step by Step ala PT PAL Membangun Kompetensi Kapal Perang

Senin, 04 September 2023 - 19:57 WIB
loading...
A A A
Tonggak penting PT PAL membangun kapal lebih besar terjadi saat Indonesia bekerja sama dengan Damen Schelde Naval Shipbuilding Belanda membangun empat KRI Diponegoro kelas. Dengan perjanjian ToT, pembangunan yang awalnya sebagian besar dilakukan di negeri Belanda, selanjutnya dilakukan di PT PAL. Masih bekerja sama dengan DSME, PT PAL juga dipercaya membangun fregat perusak kawal rudal (PKR) KRI Martadinata (331) dan KRI I Gusti Ngurah Rai (332).

Pada saat hampir bersamaan PT PAL juga mendapat amanat untuk membuat kapal jenis landing platform doc (LPD) bekerja dengan Daewo Shipbuildings & Marine Engineering Korea Selatan (Korsel). Skema ToT saat itu, dua kapal awal dibangun di negeri gingseng tersebut, yakni KRI Makassar (590) dan KRI Surabaya (591).

Berangkat dari desain LPD tersebut dan kompetensi yang telah diraih, PT PAL kemudian membangun KRI Banjarmasin (592), KRI Banda Aceh (593), KRI Semarang (594). Masih memanfaatkan platfrom yang sama, TNI AL kemudian juga memesan kapal bantu rumah sakit (BRS) dan menghasilkan KRI dr Soeharso (990) dan KRI dr Wahidin Soedirohusodo (991).

ToT dari LPD dari Korea Selatan ini terbilang sangat sukses. Dengan daya kreativitas talenta SDM yang dimiliki, PT PAL berhasil memenangkan tender pembangunan dua kapal SSV dari Filipina dengan mengalahkan negara asal kapal, Korsel. Kapal dimaksud adalah BRP Tarlac dan BRP Davao del Sur yang dirilis pada 2016 dan 2017. Puas dengan karya PT PAL, kembali memesan dua kapal sama yang kini mulai digarap PT PAL.

Selain LPD, Indonesia juga mendapat ToT pembangunan kapal selam dari Korea Selatan. Kapal selam Changbogo kelas itu adalah KRI Nagapasa, KRI Ardadedali, dan KRI Aluguro. Kapal selam terakhir dibangun di PT PAL. Walaupun muncul suara sumbang, Indonesia telah menunjukkan kemampuannya membangun kapal selam yang terbilang sangat sulit. Tak banyak negara memiliki kompetensi tersebut, bahkan di ASEAN hanya Indonesia yang bisa membuat kapal selam.

Pondasi Kuat

Proses belajar panjang atau step by step yang dimulai dari membuat kapal FPD, KCR, LPD, hingga korvet dan light fregat kelas Sigma, PT PAL telah meraih ilmu dan pengalamanan. Transfer pengetahuan dan kompetensi yang diraih merupakan pondasi kuat bagi perseroan menerima tantangan lebih membangun kapal Fregat Merah Putih.

Karena itu, meskipun pembangunan pada tahap awal fregat kebanggaan Indonesia tidak lagi dilakukan di negara asal pemilik desain, Inggris-seperti lazim dilakukan sebelumnya, pemerintah percaya diri menyerahkan pembangunan Fregat Merah Putih kepad PT PAL mulai dari keel laying.

Pemerintah juga tidak khawatir pembangunan fregat tersebut akan terganggu karena secara bersamaan PT PAL juga mengerjakan proyek MRSS dari Filipina. Selain karena cukupnya ketersediaan tenaga ahli dan kapasitas produksi, kehadiran konsep Industri Maritim 4.0 akan membuat perusahaan bekerja lebih efisien dan cepat. Sebagai informasi, demi menggenjot kapasitas PT PAL tersebut, pemerintah telah menyuntikkan penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp1,28 triliun.

PT PAL tentu tidak boleh puas cukup membangun fregat atau LPD. PT PAL harus terus mengembangkan kompetensi dan berinovasi agar bisa memenuhi kebutuhan kapal perang sesuai dengan kebutuhan TNI AL. Sejauh ini PT PAL sudah menawarkan beberapa inovasi konsep perang kapal multirole support ship (MRSS). Kapal ini sejenis dengan LPD tapi lebih panjang hingga mencapai 160 meter lebih.

Selain itu PT PAL juga sudah membuat konsep kapal landing platform helikopter (LPH) sepanjang 244 m. Sudah barang tentu perwujudan konsep yang dibuat PT PAL tergantung pesanan, khususnya dari pemerintah. Berdasar proses belajar yang telah dilalui membangun kapal selam Changbogo, diyakini PT PAL sudah siap bila pemerintah memberi kepercayaan membuat kapal selam, termasuk kapal selam Baraacuda made in Naval Group Prancis.

Selain proyek hasil ToT, PT PAL juga harus berani dan mampu secara mandiri merancang berbagai varian kapal perang untuk menjawab kebutuhan TNI AL. Sebagai lead integrator industri perkapalan nasional, PT PAL dituntut menunjukkan perannya memimpin dan mengonsolidasi potensi inhan nasional yang dimiliki Indonesia. Langkah ini misalnya sudah dilakukan PT PAL bersama PT Lundin mengembangkan fast missile boat (FMB).

Bila learning process terus dilakukan PT PAL untuk mengembangkan kompetensinya, harapan PT PAL bisa menggetarkan industri perkapalan dunia dan bersaing mengisi ceruk pasar kapal perang dunia bukan sekadar mimpi.
(hdr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Republikorp-Barzan Holdings...
Republikorp-Barzan Holdings Kerja Sama Pertahanan mulai Senjata hingga Kapal Selam Mini
Prabowo Beri Penghormatan...
Prabowo Beri Penghormatan Terakhir kepada Almarhum Ryamizard Ryacudu
Prabowo Tiba di Kantor...
Prabowo Tiba di Kantor Kemhan Jelang Upacara Persemayaman Ryamirzad Ryamizard Ryacudu
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin...
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Pimpin Upacara Pemakaman Jenazah Ryamizard Ryacudu di TMP Kalibata
Kunjungi Yonif TP 861,...
Kunjungi Yonif TP 861, Sjafrie Minta Prajurit TNI Jaga Hubungan Baik dengan Warga Papua
Memajukan Peran Korsel...
Memajukan Peran Korsel sebagai Kekuatan Diplomatik melalui Diplomasi Pertahanan
Iran Serang Kapal Perang...
Iran Serang Kapal Perang AS di Teluk Oman yang Diklaim sebagai Pusat Komando Amerika
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN, Termasuk Kapal Malaysia yang Batal Miliki NSM
Malaysia Geram dengan...
Malaysia Geram dengan Respons Lemah Dunia atas Norwegia Batalkan Sepihak Penjualan Rudal Canggih
Rekomendasi
Aturan Baru BPJS Kesehatan...
Aturan Baru BPJS Kesehatan per 1 Juni 2026, Kontrol Harus Sesuai Tanggal Surat
Mercedes-Benz Luncurkan...
Mercedes-Benz Luncurkan eActros Lowliner, Truk Logistik Jarak Jauh
Saiful Mujani Penuhi...
Saiful Mujani Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya terkait Kasus Dugaan Penghasutan
Berita Terkini
Kejagung Ungkap Tersangka...
Kejagung Ungkap Tersangka Dadan Hindayana dan 2 Eks Waka BGN Bekerja Sama dan Saling Mengetahui
Tersangka Korupsi, Silmy...
Tersangka Korupsi, Silmy Karim dan Pejabat Imigrasi Dinonaktifkan dari Jabatan
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Menteri Imipas Dukung Proses Penegakan Hukum
Harta Kekayaan Silmy...
Harta Kekayaan Silmy Karim Rp234,5 Miliar, Kini Jadi Tersangka Dugaan Pemerasan
Saiful Mujani Diperiksa...
Saiful Mujani Diperiksa soal Penghasutan, Todung Mulya Lubis: Ini Absurd
Sony Sanjaya Tulis Pesan...
Sony Sanjaya Tulis Pesan untuk Kepala BGN Nanik S Deyang Sebelum Ditahan, Apa Isinya?
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved