Bulan Merdeka untuk Merayakan Buku Pendidikan Pancasila

Rabu, 30 Agustus 2023 - 05:55 WIB
loading...
Bulan Merdeka untuk...
Foto: Istimewa
A A A
Pekik Nur Sasongko
Pecinta Pendidikan Pancasila, tinggal di Klaten

KURIKULUMMerdeka sudah disahkan pada 2022 oleh Mendikbudristek Nadiem Makarim . Hingga medio 2023 ada noktah kejanggalan dengan mata pelajaran Pendidikan Pancasila . Pasalnya, nama mata pelajaran tersebut masih dilabeli ”Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan” di kover buku teks utama yang dikeluarkan Kemendikbudristek.

baca juga: Denny JA Kenang Momen Pendidikan Pancasila Pecahkan Rekor Dunia

Berdasarkan Kepmendikbudristek Nomor 56/M/2022 tentang Pedoman Penerapan Kurikulum Dalam Rangka Pemulihan Pembelajaran, nama mata pelajaran ini adalah Pendidikan Pancasila. Nama ini konsisten dengan sebagian besar dokumen negara tentang Kurikulum Merdeka. Sebagai contoh, pada Keputusan Kepala BSKAP Kemendikbudristek Nomor 033/H/KR/2022 yang mengatur Capaian Pembelajaran.

Pada dokumen yang menjadi rujukan guru seantero negeri ini dengan jelas tertulis nama mata pelajaran Pendidikan Pancasila, bukan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan yang merupakan penyebutan di Kurikulum 2013. Karena beda nama, apakah menjadi persoalan yang sedemikian serius bagi para guru? Harusnya memang tidak.

Namun, pada kenyataannya buku teks utama dengan judul Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan diluncurkan pada Juni 2021 untuk kelas I, IV, VII, dan X. Sementara itu, kelas II, V, VIII, dan XI diluncurkan pada Oktober 2021. Waktu penerbitan buku tersebut terlihat pada halaman copyright buku, halaman kata pengantar, dan prakata. Artinya, waktu penerbitan buku ini berjarak sekitar satu tahun dengan pengesahan Capaian Pembelajaran pada Keputusan Kepala BSKAP Kemendikbudristek Nomor 033/H/KR/2022 yang tertanggal 7 Juni 2022.

Karena beda waktu, apakah ini menjadi persoalan serius bagi guru Pendidikan Pancasila? Bagi guru-guru yang memiliki daya kritis luar biasa, tentu ini menjadi persoalan. Pasalnya, buku yang digunakannya secara logika haruslah dikeluarkan setelah Capaian Pembelajaran tersebut disahkan. Artinya, buku mengikuti Capaian Pembelajaran terkini.

Namun, jika ternyata Capaian Pembelajaran yang digunakan buku tersebut sudah sesuai dengan Keputusan Kepala BSKAP Kemendikbudristek Nomor 033/H/KR/2022 guru-guru dan pecinta pendidikan tentu akan dengan mudah melupakannya. Bagaimanapun keduanya sama-sama dikeluarkan oleh Kemendikbudristek.

Tentu dibutuhkan energi dan kemampuan yang luar biasa untuk bisa membuat pernyataan sebuah buku sesuai atau tidak sesuai dengan Capaian Pembelajaran. Pandangan awam penulis kritis menemukan sekelumit ketidaksesuaian antara buku teks utama dengan Capaian Pembelajaran yang berlaku.

Sebagai contoh pada buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas X dan XI halaman 9 tertulis Capaian Pembelajaran yang sama untuk elemen Pancasila, sebagai berikut. ”Peserta didik dapat membandingkan cara pandang para pendiri bangsa tentang rumusan dan isi Pancasila, mengidentifikasi peluang dan tantangan penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan global, mengkaji penerapan niai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengelola Sawit untuk...
Mengelola Sawit untuk Indonesia yang Kuat
Mengenal System Shift,...
Mengenal System Shift, Kerangka Baru Membaca Perubahan Dunia
Mudiruna, Kisah Ulama...
Mudiruna, Kisah Ulama Cahaya dari Rumah Sederhana
Bukan Motivasi Kosong,...
Bukan Motivasi Kosong, Positivo Theory Jadi Panduan Nyata Anak Muda Bangun Masa Depan
Rustini Muhaimin Tekankan...
Rustini Muhaimin Tekankan Budaya Literasi dengan Gerakan Membaca
Prosumenesia: Era Baru...
Prosumenesia: Era Baru Konsumen Jadi Produsen Digital
Cukup Baca 4 Buku Setahun,...
Cukup Baca 4 Buku Setahun, Risiko Stres dan Depresi Bisa Turun Signifikan
Buku “Misi untuk Raka”...
Buku Misi untuk Raka Diluncurkan, Edukasi Anak Usia Dini agar Seru Tanpa Gawai
Berani Sehat, Tak Perlu...
Berani Sehat, Tak Perlu Takut Kuman
Rekomendasi
Emak-emak Kian Banyak...
Emak-emak Kian Banyak Bergabung, DPD Partai Perindo Kota Palu Perkuat Struktur hingga Akar Rumput
Arie Untung Dorong Sepatu...
Arie Untung Dorong Sepatu Lokal Naik Kelas, Hadir di Mal Bekasi
BEM Psikologi UI Sebut...
BEM Psikologi UI Sebut LGBT Bukan Penyimpangan, MUI: Kampus Harus Ajarkan Mental Spiritual
Berita Terkini
Menhut: Presiden Minta...
Menhut: Presiden Minta Kemenhut Bangun Tata Kelola Kehutanan Antikorupsi
Pertajam DIM RUU Pemilu,...
Pertajam DIM RUU Pemilu, DPR Buka Peluang Kunjungi NU, Muhammadiyah, hingga Walubi
Raksasa (yang) Tak Lagi...
Raksasa (yang) Tak Lagi Menakutkan
Roy Suryo Kembali Ajukan...
Roy Suryo Kembali Ajukan Gugatan Praperadilan, Polda Metro Jaya: Tidak Apa-apa
Transisi Energi, Prabowo...
Transisi Energi, Prabowo Akan Luncurkan BBM B50 pada 9 Juli 2026
AHY Serahkan Penentuan...
AHY Serahkan Penentuan Logo HUT ke-25 Partai Demokrat ke Publik, Ini Alasannya
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved