BKSAP DPR Ungkap 2 Hal Penting yang Dibahas Komite Organisasi Sidang AIPA 44
Rabu, 09 Agustus 2023 - 19:41 WIB
loading...
Ketua Desk Regional Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR Putu Supadma Rudana mengungkapkan dua hal penting yang dibahas Komite Organisasi dalam rangkaian Sidang Umum ke-44 ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) di Jakarta. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Ketua Desk Regional Badan Kerja Sama Antar Parlemen ( BKSAP ) DPR Putu Supadma Rudana mengungkapkan dua hal penting yang dibahas Komite Organisasi dalam rangkaian Sidang Umum ke-44 ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) di Jakarta. Pertama, dibentuknya task force yang akan mengawal digital law library untuk AIPA.
“Bersama komite organisasi, kami baru selesai membahas mengenai dibentuknya task force yang akan mengawal digital law library untuk AIPA ini. Kedua, karena banyak negara yang ingin menjadi observer di AIPA. Kita harus membuat adanya satu rumusan atau mekanisme yang jelas untuk menerima negara lain menjadi observer,” kata Putu kepada wartawan, Rabu (9/8/2023).
Anggota Komisi VI DPR ini mengatakan, ASEAN atau kawasan Asia Tenggara adalah kawasan yang betul-betul menjadi magnet sekarang. Dia menuturkan, ASEAN awalnya tidak dilirik, tapi sekarang menjadi daya tarik utama dari kekuatan-kekuatan besar di seluruh dunia. Bahkan, banyak sekali negara-negara yang ingin terlibat di AIPA untuk masuk dan mempengaruhi kebijakan di negara-negara ASEAN.
Baca juga: Jokowi Resmi Buka Sidang ke-44 AIPA, BKSAP DPR Dorong Stabilitas dan Kedamaian ASEAN
“Kita tidak perlu khawatir, yang terpenting bagaimana negara-negara ASEAN solid, memiliki satu komitmen unity dalam mengawal segala kepentingan bersama. ASEAN centrality, ASEAN unity, dan solidity menjadi satu komitmen. Jadi kalau perlu sekarang kita jangan hanya menunggu. Sekjen bersama dengan seluruh anggota AIPA harus bergerak untuk menjemput bola,” terangnya.
“Bersama komite organisasi, kami baru selesai membahas mengenai dibentuknya task force yang akan mengawal digital law library untuk AIPA ini. Kedua, karena banyak negara yang ingin menjadi observer di AIPA. Kita harus membuat adanya satu rumusan atau mekanisme yang jelas untuk menerima negara lain menjadi observer,” kata Putu kepada wartawan, Rabu (9/8/2023).
Anggota Komisi VI DPR ini mengatakan, ASEAN atau kawasan Asia Tenggara adalah kawasan yang betul-betul menjadi magnet sekarang. Dia menuturkan, ASEAN awalnya tidak dilirik, tapi sekarang menjadi daya tarik utama dari kekuatan-kekuatan besar di seluruh dunia. Bahkan, banyak sekali negara-negara yang ingin terlibat di AIPA untuk masuk dan mempengaruhi kebijakan di negara-negara ASEAN.
Baca juga: Jokowi Resmi Buka Sidang ke-44 AIPA, BKSAP DPR Dorong Stabilitas dan Kedamaian ASEAN
“Kita tidak perlu khawatir, yang terpenting bagaimana negara-negara ASEAN solid, memiliki satu komitmen unity dalam mengawal segala kepentingan bersama. ASEAN centrality, ASEAN unity, dan solidity menjadi satu komitmen. Jadi kalau perlu sekarang kita jangan hanya menunggu. Sekjen bersama dengan seluruh anggota AIPA harus bergerak untuk menjemput bola,” terangnya.
Lihat Juga :