COVID-19 Tembus 100.000 Kasus, Pemeriksaan Spesimen Seharusnya 50.000 Per Hari

Rabu, 29 Juli 2020 - 05:32 WIB
loading...
COVID-19 Tembus 100.000...
Kasus pasien positif virus Corona atau COVID-19 di Indonesia yang sudah menembus angka 100.000 pada akhir Juli. Foto/Dok/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kasus pasien positif virus Corona atau COVID-19 di Indonesia yang sudah menembus angka 100.000 pada akhir Juli. Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Hermawan Saputra mengatakan, pemeriksaan spesimen harus ditingkatkan sebanyak 50.000 per hari.

Langkah tersebut untuk mempercepat penanganan pandemi COVID-19, karena sampai Selasa, 28 Juli 2020, angka positif mencapai 102.051 kasus. "Seharusnya dengan kejadian 100.000 kasus ini, pemeriksaan spesimen sudah diangka 50.000 per hari," ujar Hermawan, Rabu (29/7/2020). (Baca juga; Meningkat Drastis, Dalam Seminggu 618 Orang Meninggal Akibat Covid-19 )

Berdasarkan laporan harian Satgas Penanganan COVID-19 saat ini baru melakukan pemeriksaan sebanyak 20.000 hingga 25.000 spesimen setiap hari. Total, pemerintah telah melakukan pemeriksaan spesimen hingga Selasa, 28 Juli 2020, sebanyak 1.417.322.

Untuk itu, Hermawan meminta agar pemerintah terus melakukan percepatan pemeriksaan spesimen. Tak hanya itu, pemerintah juga diharapkan meningkatkan seluruh pelayanan kesehatan mengantisipasi membludaknya pasien virus Corona.

"Sekarang saja tenaga kesehatan sudah mulai kewalahan, kasus ini akan naik terus seiring dibukanya seluruh sektor kehdupan. Pelan tapi pasti akan beranjak naik terus," kata Hermawan. (Baca juga; Angka Sembuh Covid-19 di 4 Provinsi Ini di Atas 88% )

"Dulu kita mengestimasi kasus ini bisa dikendalikan cepat bila PSBB dilakukan secara optimal. Tetapi sekarang hampir keliatannya tidak ada PSBB walau masih ada di Jakarta tapi diistilah PSBB transisi, padahal seperti tidak seperti ada PSBB karena seluruh sektor kehidupan sudah dibuka," pungkasnya.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sikapi Penyakit Super...
Sikapi Penyakit Super Flu di Indonesia, Menkes: Tak Mematikan seperti Covid-19
Tantangan Penyakit Menular...
Tantangan Penyakit Menular Kita
Eks Mensos Juliari Batubara...
Eks Mensos Juliari Batubara Diperiksa KPK Terkait Korupsi Bansos Presiden 2020
Kasus APD Covid-19,...
Kasus APD Covid-19, KPK Ajukan Banding atas Vonis 3 Tahun Eks Pejabat Kemenkes
Covid-19 di Asia Naik,...
Covid-19 di Asia Naik, Mantan Komandan Satgas RS Wisma Atlet Imbau Masyarakat Waspada
Kasus Korupsi APD Covid-19,...
Kasus Korupsi APD Covid-19, Mantan Pejabat Kemenkes Divonis 3 Tahun Penjara
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
Rekomendasi
Ruben Onsu Curhat, Konflik...
Ruben Onsu Curhat, Konflik dengan Sarwendah Bikin Lelah Fisik dan Mental
Sejumlah Pengurus PPP...
Sejumlah Pengurus PPP Daerah Dorong Polda Metro Jaya Usut Dugaan Pemalsuan Dokumen
Lulus PMKNU, Gus Salam...
Lulus PMKNU, Gus Salam Penuhi Syarat Administratif Calon Ketua Umum PBNU
Berita Terkini
Jaksa Agung Serahkan...
Jaksa Agung Serahkan Hasil Pemulihan Aset Rp1,22 Triliun ke Purbaya
Pangdivif 2 Kostrad...
Pangdivif 2 Kostrad Mayjen TNI Primadi Pimpin Sertijab Jabatan Strategis, Ini Namanya
Tarian Tradisional Sambut...
Tarian Tradisional Sambut Kedatangan Presiden Jerman Steinmeier di Halim
Kasus Kuota Haji, KPK...
Kasus Kuota Haji, KPK Panggil Bos Maktour Hari Ini
Presiden Jerman Steinmeier...
Presiden Jerman Steinmeier Tiba di Indonesia, Berikut Agenda Lengkapnya
Nama Dirjen Bea Cukai...
Nama Dirjen Bea Cukai Disebut di Persidangan, Siapa Layak Jadi Penggantinya?
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved