Misi Pegase 23, Angkatan Udara Prancis Bawa Jet Tempur Rafale ke Indonesia
Rabu, 26 Juli 2023 - 17:28 WIB
loading...
Jet tempur Rafale yang dibawa Angkatan Udara Prancis mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (26/7/2023). FOTO/MPI/RIANA RIZKIA
A
A
A
JAKARTA - Indonesia menjadi satu dari 10 negara yang disinggahi Angkatan Udara Prancis dalam Misi Pegase 23. Kedatangan mereka dalam misi menjajal kekuatan jarak jauh itu turut membawa jet tempur Rafale .
Rafale merupakan pesawat tempur asal Prancis yang kedatangannya sedang ditunggu. Sebab Indonesia telah sepakat membeli 42 unit pesawat tempur Dassault Rafale pada Februari 2022. Pesawat tersebut merupakan milik AU Prancis (French Air and Space Force/FASF).
Setelah kesepakatan tersebut, Indonesia harus menunggu kedatangan pesawat selama 3 hingga 5 tahun ke depan. Namun, pada persinggahan Misi Pegase 23 ini, Prancis dapat memperlihatkan secara langsung kegagahan pesawat Rafale.
Kepala Detasemen Pegase 23, Lieutenant-Colonel Henri mengatakan, dalam rangka strategi pertahanan Prancis, Angkatan Udara Prancis sering melakukan operasi dan pengerahan pasukan keluar serta memproyeksikan kekuatan.
"Jadi untuk tahun ini sebenarnya dimulai 25 Juni yang lalu, sampai 30 Agustus Angkatan Udara Prancis mengerahkan sekitar 20 pesawat ke wilayah yang ada di kawasan pasifik," kaya Henri saat ditemui di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (26/7/2023).
Dalam misi tersebut, Prancis akan singgah ke beberapa negara, dan Indonesia menjadi salah satunya.
Rafale merupakan pesawat tempur asal Prancis yang kedatangannya sedang ditunggu. Sebab Indonesia telah sepakat membeli 42 unit pesawat tempur Dassault Rafale pada Februari 2022. Pesawat tersebut merupakan milik AU Prancis (French Air and Space Force/FASF).
Setelah kesepakatan tersebut, Indonesia harus menunggu kedatangan pesawat selama 3 hingga 5 tahun ke depan. Namun, pada persinggahan Misi Pegase 23 ini, Prancis dapat memperlihatkan secara langsung kegagahan pesawat Rafale.
Kepala Detasemen Pegase 23, Lieutenant-Colonel Henri mengatakan, dalam rangka strategi pertahanan Prancis, Angkatan Udara Prancis sering melakukan operasi dan pengerahan pasukan keluar serta memproyeksikan kekuatan.
"Jadi untuk tahun ini sebenarnya dimulai 25 Juni yang lalu, sampai 30 Agustus Angkatan Udara Prancis mengerahkan sekitar 20 pesawat ke wilayah yang ada di kawasan pasifik," kaya Henri saat ditemui di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (26/7/2023).
Dalam misi tersebut, Prancis akan singgah ke beberapa negara, dan Indonesia menjadi salah satunya.
Lihat Juga :