Urgensi Indonesia Melawan UE Menjegal Nikel
Senin, 10 Juli 2023 - 05:20 WIB
loading...
A
A
A
baca juga: Soal Ekspor 5 Juta Ton Bijih Nikel Ilegal ke China, Menteri ESDM: Masa Segede Itu Sih?
Posisi ini setara dengan Australia. Ini artinya, Indonesia dan Australia masing-masing menyumbang 21% dari total cadangan nikel global sepanjang tahun lalu. Di sisi lain, posisi nikel sangat penting untuk mendukung energi ramah lingkungan dan enegeri baru-terbarukan (EBT).
Menurut International Energy Agency (IEA) dalam laporan Southeast Asia Energy Outlook 2022, nikel merupakan bahan baku penting bagi industri baterai kendaraan listrik serta pembangkitan energi geotermal. Dengan posisi ini, masa depan nikel sangat cerah.
Permintaan nikel di pasar global pun diproyeksikan akan terus meningkat, seiring dengan penguatan tren EBT. Diperkirakan permintaan nikel untuk teknologi energi bersih akan berkembang pesat hingga 20 kali lipat selama periode 2020 sampai 2040.
Masih menurut laporan IEA,dengan kapasitas produksi yang dimiliki Indonesia bisamenyumbang sekitar setengah dari pertumbuhan nikel global. Dengan kekuatan itu rantai pasokan nikel akanterpengaruh signifikan oleh kebijakan Indonesia.
Untuk memaksimalkan potensi tersebut dan mendukung program hilirisasi nikel, pemerintah telah mendorong pembangunan smelter. Beberapa smelter yang sudah dibangun antara lain milik PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. di Pomalaa, Kolaka, Sulawesi Tenggara, PT Vale Indonesia di Sulawesi Selatan.
baca juga: RI Setop Ekspor Bijih Bauksit Mulai Juni, Jokowi: Siap-Siap Digugat China!
Ada jugatiga smelter di Maluku Utara yang masing-masing dimilikiPT Wanatiara Persada, PT Fajar Bhakti Lintas Nusantara, dan PT Weda Bay Nickel. Selain itu masih ada smelter yang dalam proses pembangunan, yakni milik PT Antam di Maluku UtaradanPT Sebuku Iron Leteritic Ores di Kalimantan Selatan. telah mencapai 80,11%.
Pada 2023, Kementerian ESDM menargetkan pembangunan total 17 smelter. Dalam jangka panjang, Indonesia juga sudah menyusun peta jalan (roadmap) hilirisasi investasi strategis dalam rangka mendorong transformasi ekonomi.
Roadmapdibagi menjadi 8 bagian dari 21 komoditas. Untuk mewujudkan target tersebut dibutuhkan investasi hingga USD545,3 miliar sampai 2040.Roadmap hilirisasi bukan hanya untuk nikel. Keberhasilan hilirisasi nikel akan menjadi prototipe untuk hilirisasi timah, bauksit, minyak dan gas, dan tembaga.
Bahkan, sektor perkebunan, pangan, perikanan juga menjadi target hilirisasi. Melihat besarnya keuntungan riil yang diraup dari hilirisasi nikel, maka kebijakan yang diambil Presiden Jokowi tersebut sudah on the right yang harus dilanjutkan dan didukung semua komponen bangsa.
Roadmap yang sudah dibuat jangan hanya sebatas membangun smelter hilirisasi nikel dan bahan tambang lainnya, tapi juga industri untuk mengolah produk-produk turunan yang tentu memiliki nilai tambah ekonomi lebih tinggi.
Termasuk, mewujudkan target Jokowi menjadikan Indonesia Indonesia sebagai pusat baterai yang merupakan komponen penting kendaraan listrik danterwujudnya energi bersih dan EBT. Lebih strategis lagi, keseriusan Indonesia menggarap hilirisasi nikel dan bahan tambang merupakan kunci Indonesia masuk sebagai negara maju.
baca juga: Dongkrak Pendapatan, Hillcon Bakal Kerek Volume Produksi dan Pengangkutan Bijih Nikel
Pada tahap awal, hilirisasi sudah menjadi variabel yang mendorong Indonesia menjadi negara Upper Middle Incomeseperti disampaikanWorld Bank, karena Gross National Income (GNI) per kapita Indonesia sudah lebih dari USD4.046 dari posisi sebelumnya USD3.840.
Bisa dipastikan,ketahanan ekonomi Indonesia dan kesinambungan pertumbuhan yang sudah terjaga dalam beberapa tahun terakhir akan terakselerasibila negeri ini mampu memanfaatkan kekayaan alam untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat seperti diamanatkan konstitusi.
Beranjak dari pemahaman ini, tidak ada pilihan bagi pemerintah Indonesia selain harus melawan kerasberbagai upaya penjegalan, termasuk dilakukan UE dan IMF.
Sampai kapanpun negara-negara maju tidak akan sudiberbaik hati mendukung Indonesia menjadi negara maju, kecuali hanyamelestarikan posisi Indonesia dan negara-negara sedang berkembang sebagai pheriphery mereka alias sebagai budak yang bisa dieksploitasi kekayaan alamnya sesuai kemauan mereka.(*)
Posisi ini setara dengan Australia. Ini artinya, Indonesia dan Australia masing-masing menyumbang 21% dari total cadangan nikel global sepanjang tahun lalu. Di sisi lain, posisi nikel sangat penting untuk mendukung energi ramah lingkungan dan enegeri baru-terbarukan (EBT).
Menurut International Energy Agency (IEA) dalam laporan Southeast Asia Energy Outlook 2022, nikel merupakan bahan baku penting bagi industri baterai kendaraan listrik serta pembangkitan energi geotermal. Dengan posisi ini, masa depan nikel sangat cerah.
Permintaan nikel di pasar global pun diproyeksikan akan terus meningkat, seiring dengan penguatan tren EBT. Diperkirakan permintaan nikel untuk teknologi energi bersih akan berkembang pesat hingga 20 kali lipat selama periode 2020 sampai 2040.
Masih menurut laporan IEA,dengan kapasitas produksi yang dimiliki Indonesia bisamenyumbang sekitar setengah dari pertumbuhan nikel global. Dengan kekuatan itu rantai pasokan nikel akanterpengaruh signifikan oleh kebijakan Indonesia.
Untuk memaksimalkan potensi tersebut dan mendukung program hilirisasi nikel, pemerintah telah mendorong pembangunan smelter. Beberapa smelter yang sudah dibangun antara lain milik PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. di Pomalaa, Kolaka, Sulawesi Tenggara, PT Vale Indonesia di Sulawesi Selatan.
baca juga: RI Setop Ekspor Bijih Bauksit Mulai Juni, Jokowi: Siap-Siap Digugat China!
Ada jugatiga smelter di Maluku Utara yang masing-masing dimilikiPT Wanatiara Persada, PT Fajar Bhakti Lintas Nusantara, dan PT Weda Bay Nickel. Selain itu masih ada smelter yang dalam proses pembangunan, yakni milik PT Antam di Maluku UtaradanPT Sebuku Iron Leteritic Ores di Kalimantan Selatan. telah mencapai 80,11%.
Pada 2023, Kementerian ESDM menargetkan pembangunan total 17 smelter. Dalam jangka panjang, Indonesia juga sudah menyusun peta jalan (roadmap) hilirisasi investasi strategis dalam rangka mendorong transformasi ekonomi.
Roadmapdibagi menjadi 8 bagian dari 21 komoditas. Untuk mewujudkan target tersebut dibutuhkan investasi hingga USD545,3 miliar sampai 2040.Roadmap hilirisasi bukan hanya untuk nikel. Keberhasilan hilirisasi nikel akan menjadi prototipe untuk hilirisasi timah, bauksit, minyak dan gas, dan tembaga.
Bahkan, sektor perkebunan, pangan, perikanan juga menjadi target hilirisasi. Melihat besarnya keuntungan riil yang diraup dari hilirisasi nikel, maka kebijakan yang diambil Presiden Jokowi tersebut sudah on the right yang harus dilanjutkan dan didukung semua komponen bangsa.
Roadmap yang sudah dibuat jangan hanya sebatas membangun smelter hilirisasi nikel dan bahan tambang lainnya, tapi juga industri untuk mengolah produk-produk turunan yang tentu memiliki nilai tambah ekonomi lebih tinggi.
Termasuk, mewujudkan target Jokowi menjadikan Indonesia Indonesia sebagai pusat baterai yang merupakan komponen penting kendaraan listrik danterwujudnya energi bersih dan EBT. Lebih strategis lagi, keseriusan Indonesia menggarap hilirisasi nikel dan bahan tambang merupakan kunci Indonesia masuk sebagai negara maju.
baca juga: Dongkrak Pendapatan, Hillcon Bakal Kerek Volume Produksi dan Pengangkutan Bijih Nikel
Pada tahap awal, hilirisasi sudah menjadi variabel yang mendorong Indonesia menjadi negara Upper Middle Incomeseperti disampaikanWorld Bank, karena Gross National Income (GNI) per kapita Indonesia sudah lebih dari USD4.046 dari posisi sebelumnya USD3.840.
Bisa dipastikan,ketahanan ekonomi Indonesia dan kesinambungan pertumbuhan yang sudah terjaga dalam beberapa tahun terakhir akan terakselerasibila negeri ini mampu memanfaatkan kekayaan alam untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat seperti diamanatkan konstitusi.
Beranjak dari pemahaman ini, tidak ada pilihan bagi pemerintah Indonesia selain harus melawan kerasberbagai upaya penjegalan, termasuk dilakukan UE dan IMF.
Sampai kapanpun negara-negara maju tidak akan sudiberbaik hati mendukung Indonesia menjadi negara maju, kecuali hanyamelestarikan posisi Indonesia dan negara-negara sedang berkembang sebagai pheriphery mereka alias sebagai budak yang bisa dieksploitasi kekayaan alamnya sesuai kemauan mereka.(*)
(hdr)
Lihat Juga :