Dalam 5 Bulan, Kasus Positif Covid-19 Tembus Angka 100.000
Senin, 27 Juli 2020 - 08:08 WIB
loading...
A
A
A
Selain dua strategi tersebut, Daeng M Faqih juga menyimpan harapan terhadap kehadiran vaksin. Menurutnya, vaksin atau obat corona juga perlu terus didorong untuk dipercepat. Namun, dia meminta agar semua pihak tidak terlalu bersandar pada kabar vaksin. Jika pun uji klinis vaksin berhasil dilakukan, penggunaannya diperkirakan baru bisa Januari tahun depan. (Baca juga: Perkantoran Klaster Baru Kasus Corona, Wagub DKI: Jangan Anggap Sepele)
“Vaksin masih enam bulan. Jangan lupa, dalam waktu empat bulan saja sejak ada Covid-19, kita sudah tembus angka 100.000 kasus positif dengan dampak ekonomi dan sosial sudah luar biasa,” ujarnya.
Sambil tunggu vaksin, kata dia, semua pihak harus komitmen mendorong pemeriksaan-pelacakan kontak-isolasi secara terus-menerus dengan cepat. “Kedua, lakukan pencegahan dengan protokol kesehatan yang disiplin. Tanpa melakukan ini, kita akan terus berada pada situasi sulit yang luar biasa ini,” tandasnya.
Sementara itu, pemerintah mengaku akan meningkatkan Surveilans TLI. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto pekan lalu menjelaskan strategi utama yang akan ditempuh, salah satunya peningkatan Surveilans TLI tersebut. Kemudian, dengan melakukan komunikasi publik yang efektif dan terus-menerus dalam rangka peningkatan disiplin dan perubahan perilaku masyarakat memakai protokol baru.
Pemerintah juga merencanakan program kerja sama pembuatan serta pendistribusian vaksin dan obat-obatan pembentuk antibodi dan daya tahan tubuh secara matang. (Lihat videonya: 7 Langkah Amankan Tayangan YouTube untuk Anak-anak)
“Pemerintah terus mendorong bahwa kunci utama dari pandemi Covid-19 ini adalah terkait baik itu vaksin, ketersediaan dari obat-obatan ataupun antibodi. Di samping itu, juga kesiapan dari industri kefarmasian dan industri kesehatan,” tandasnya. (Bakti/Rina Anggraini)
“Vaksin masih enam bulan. Jangan lupa, dalam waktu empat bulan saja sejak ada Covid-19, kita sudah tembus angka 100.000 kasus positif dengan dampak ekonomi dan sosial sudah luar biasa,” ujarnya.
Sambil tunggu vaksin, kata dia, semua pihak harus komitmen mendorong pemeriksaan-pelacakan kontak-isolasi secara terus-menerus dengan cepat. “Kedua, lakukan pencegahan dengan protokol kesehatan yang disiplin. Tanpa melakukan ini, kita akan terus berada pada situasi sulit yang luar biasa ini,” tandasnya.
Sementara itu, pemerintah mengaku akan meningkatkan Surveilans TLI. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto pekan lalu menjelaskan strategi utama yang akan ditempuh, salah satunya peningkatan Surveilans TLI tersebut. Kemudian, dengan melakukan komunikasi publik yang efektif dan terus-menerus dalam rangka peningkatan disiplin dan perubahan perilaku masyarakat memakai protokol baru.
Pemerintah juga merencanakan program kerja sama pembuatan serta pendistribusian vaksin dan obat-obatan pembentuk antibodi dan daya tahan tubuh secara matang. (Lihat videonya: 7 Langkah Amankan Tayangan YouTube untuk Anak-anak)
“Pemerintah terus mendorong bahwa kunci utama dari pandemi Covid-19 ini adalah terkait baik itu vaksin, ketersediaan dari obat-obatan ataupun antibodi. Di samping itu, juga kesiapan dari industri kefarmasian dan industri kesehatan,” tandasnya. (Bakti/Rina Anggraini)
(ysw)
Lihat Juga :