Dalam 5 Bulan, Kasus Positif Covid-19 Tembus Angka 100.000

Senin, 27 Juli 2020 - 08:08 WIB
loading...
Dalam 5 Bulan, Kasus...
Seorang pedagang pasar tradisional sedang melakukan swab test. Foto/SINDOnews/Yan Yusuf
A A A
JAKARTA - Kasus Covid-19 di Indonesia hari ini diperkirakan sudah menembus angka 100.000. Pemerintah telah melakukan banyak upaya mengatasi pandemi, namun pada saat yang sama angka penularan tetap saja tinggi dan belum menunjukkan tanda-tanda melandai.

Presiden Joko Widodo pertama kali mengumumkan kasus Covid-19 awal Mei 2020. Saat itu dua warga Depok, Jawa Barat dinyatakan sebagai pasien pertama dan kedua yang terkonfirmasi positif. Hanya perlu waktu kurang dari lima bulan, Covid-19 sudah menginfeksi ratusan ribu warga Indonesia. Kemarin pasien yang terkonfirmasi positif bertambah 1.492, sehingga total menjadi 98.778. Jika melihat rata-rata jumlah penambahan kasus di atas 1.000 per hari, besar kemungkinan hari ini jumlah kasus positif sudah menembus angka psikologis 100.000.

Belum ada tanda-tanda Indonesia akan segera keluar dari situasi buruk akibat pandemi ini. Indikasi bahwa situasi belum membaik bisa dilihat dari penambahan kasus baru setiap hari yang masih tergolong tinggi. Apalagi jika melihat angka positivity rate Indonesia yang mencapai 12,3%. Ini masih sangat jauh jika mengacu standar aman dari Badan Kesehatan Dunia, WHO, yakni 5%.

Salah satu penyebab mengapa Indonesia lama berada dalam situasi pandemi Covid-19 adalah minimnya jumlah warga yang menjalani tes. Padahal jika pengetesan bisa dilakukan masif dan sporadis, lalu dilakukan pelacakan terhadap orang yang pernah kontak dengan pasien positif, dan kemudian dilakukan isolasi, maka jumlah kasus baru di Indonesia diyakini bisa terkendali. (Baca: Kemensos Juga Tangani Anak-anak Terpapar Covid-19)

Pakar epidemiologi dari Universitas Indonesia Pandu Rino menyebut Indonesia masih sangat perlu peningkatan Surveilans TLI (Tes, Lacak-Kontak, dan Isolasi). “TLI yang baik relatif hanya Jakarta. Secara nasional tes-tes masih terbatas, pelacakan belum masif,” ujarnya saat dihubungi kemarin.

Hal yang sama disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Daeng M Faqih. Dia menyebut ada dua strategi bagi Indonesia jika ingin segera memutus mata rantai korona. Pertama, tingkatkan pengetesan-pelacakan kontak-isolasi atau TLI.

“Itu sebenarnya kuncinya. Jika ada yang positif setelah dites, langsung lacak dengan siapa dia pernah kontak. Setelah ditemukan, isolasi. Begitu seterusnya,” ujarnya saat dihubungi kemarin.

Daeng M Faqih melihat upaya itu belum optimal dilakukan sehingga tidak bisa mengejar kecepatan penularan virus yang terjadi di komunitas masyarakat. Dia mencontohkan, di komunitas ada 10 yang terinfeksi, tapi kemampuan mengetes hanya menjangkau tiga orang, berarti ada tujuh yang tidak tertutupi. Tujuh orang itu potensial menulari lain. (Baca juga: AS Tuduh Rusia Kirim Banyak Senjata ke Garis Depan Libya)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
Ribuan Pekerja Rokok...
Ribuan Pekerja Rokok Tembakau Tolak Rancangan Aturan Kemasan Kemenkes
Asosiasi Minta Rancangan...
Asosiasi Minta Rancangan Aturan Peringatan Kesehatan Tak Bertentangan dengan UU Hak Kekayaan Intelektual
UU Kesehatan Digugat...
UU Kesehatan Digugat Dharma Pongrekun, Kemenkes: Aturan Disusun Perhatikan Hak Warga Negara
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Kemenkes Siapkan Penjelasan dan Dokumen Pendukung
6 Juta Pekerja Rokok...
6 Juta Pekerja Rokok Terancam di PHK, Wamenaker: Kebijakan Harus Berpihak pada Rakyat
Poltekkes Kemenkes Jakarta...
Poltekkes Kemenkes Jakarta II Gandeng Daegu Health College, Resmikan Dental Work Station Modern
Wamenkes Pantau Langsung...
Wamenkes Pantau Langsung Skrining Kesehatan Gratis Mitra Driver Gojek
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Rekomendasi
BPDP, Ditjenbun dan...
BPDP, Ditjenbun dan AKPY Latih 122 Pekebun Sawit OKI Tingkatkan Kualitas Panen
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Dijadikan Ganti Rugi bagi Negara Arab, 3 Alasan Teheran Marah Besar!
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Berita Terkini
10 Orang Termasuk Bupati...
10 Orang Termasuk Bupati Edison Kena OTT KPK, Uang Ratusan Juta Disita
5 Jenderal dengan Karier...
5 Jenderal dengan Karier Paling Moncer hingga Menjadi Panglima TNI
Hery Susanto Diberhentikan...
Hery Susanto Diberhentikan Tidak Hormat dari Ketua Ombudsman, Mensesneg: Nanti Kita Tindak Lanjuti
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Siap Perjuangkan Kepastian Kerja dan Upah Layak
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang
Usia Pensiun Personel...
Usia Pensiun Personel Polri Tidak Sama, Ini Penjelasan Pemerintah
Infografis
Jika Berperang, Angkatan...
Jika Berperang, Angkatan Darat Inggris Bisa Musnah dalam 6 Bulan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved