Forum Dialog Antaragama dan Budaya ASEAN 2023

Jum'at, 16 Juni 2023 - 17:33 WIB
loading...
A A A
Juga, kelompok-kelompok agama militan memburuk makna agama sebagai perdamaian melalui aksi perang atas nama agama mereka. Yang lain menyiratkan bahwa agama mengilhami kekerasan dengan memberikan ideologi dan wacana absolut yang mendukung perang suci.

Di sini, pejuang agama terlibat dalam perjuangan kosmik antara yang baik dan yang jahat, menghadirkan makna dan mencegah kompromi. Sarjana lain berpendapat bahwa agama dapat disalahgunakan untuk memperburuk konflik ketika elit politik memanipulasi agama untuk mempolitisasi massa demi kepentingan mereka.

Sementara salam memperkuat proses pembangunan perdamaian, agama merupakan faktor yang perlu diperhatikan sebagai akar konflik, beserta aspek ekonomi dan politik. Dalam hal ini, Appleby menekankan bahwa semua agama besar memiliki tradisi yang tidak hanya dapat diaktifkan untuk melegitimasi konflik dan perang tetapi juga dapat berfungsi sebagai sumber daya untuk mempromosikan resolusi konflik tanpa kekerasan dan perdamaian.

Dalam beberapa hal, kelompok militan Islam tampaknya menggunakan agama untuk melegitimasi dan membenarkan konflik. Misalnya, munculnya Boko Haram merupakan hambatan signifikan bagi pembangunan dan pembangunan perdamaian di Nigeria. Demikian pula, Negara Islam Irak dan al-Sham (ISIS) juga menggunakan perintah agama untuk menargetkan komunitas non-Muslim dan Syiah di daerah-daerah di bawah pengaruh mereka.

Ada tiga paradigma atau orientasi utama terkait perubahan yang terjadi melalui dialog: teologis, politik, dan peacebuilding. Pada dasarnya, dialog teologis berkembang dalam studi agama atau teologi, dialog politik dalam ilmu politik dan hubungan internasional, dan dialog pembangunan perdamaian yang terkait dengan transformasi konflik.

Dialog antaragamaberdasarkan teologi bertujuan untuk memahami para pendeta, pemimpin agama akar rumput, dan teolog, umumnya melalui pertukaran makalah, diskusi, panel tematik, dan pelatihan. Tujuannya adalah untuk memahami 'yang lain'. Sementara itu, dialog politik agama bertujuan untuk menghasilkan koeksistensi sosial atau harmoni dan meningkatkan legitimasi aktor dan proses politik yang dirasakan.

Di sisi lain, berdasarkan pembangunan perdamaian, dialog antaragama bertumpu pada model dialog sebelumnya tetapi bergantung pada resolusi konflik dan transformasi. Tipe ketiga, yang disebut dialog agama bertujuan transformasi konflik memiliki empat tujuan.

Pertama, mengubah sikap dan persepsi orang lain. Kedua, membangun rasa hormat dan saling pengertian. Ketiga, memperluas partisipasi dalam kegiatan pembangunan perdamaian. Keempat, membangun kerangka kerja bersama untuk tindakan yang membahas akar konflik.

Sebagai kesimpulan, penulis memandang secara konseptual Forum Dialog Antaragama dan Budaya ASEAN 2023 yang akan dilaksanakan mestinya mendorong transformasi konflik, untuk membedakan dengan beberapa kegiatan forum sejenis yang jatuh pada paradigma tradisional dialog antaragama dan dialog antaragama berorientasi politik.

Akhirnya, Dialog Antaragama dan Budaya yang bertujuan pada transformasi konflik akan bisa memperkuat peran tokoh agama sebagai katalisator dan peacebuilder di wilayah ASEAN yang acap bergolak dengan inspirasu agama.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
TNI di Kejaksaan: Antara...
TNI di Kejaksaan: Antara Persepsi Backing, Kepastian Hukum, dan Konsolidasi Negara
Meraih Hak Pemajakan...
Meraih Hak Pemajakan Indonesia melalui Implementasi PPh Digital Asing yang Sederhana
Membaca Arah Baru Fleksibilitas...
Membaca Arah Baru Fleksibilitas Fiskal Indonesia
Indonesia Menggugat:...
Indonesia Menggugat: Perlawanan Dokter Tifa dalam Sidang Kasus Dugaan Ijazah Palsu Joko Widodo
Membaca Penguatan Kelompok...
Membaca Penguatan Kelompok Rentan dalam Revisi UU HAM
Kepala BPOM Dorong ASEAN...
Kepala BPOM Dorong ASEAN Perkuat Sistem Darurat Keamanan Pangan
Kunjungan PM India ke...
Kunjungan PM India ke Indonesia Jadi Momentum Perkuat Dialog Perlindungan Minoritas
Lompatan Sang Anak Bawang,...
Lompatan Sang 'Anak Bawang', Rahasia Sukses Vietnam Naik Kelas Jadi Berpendapatan Menengah Atas
Sektor Industri Bermasalah,...
Sektor Industri Bermasalah, RI Rawan Disalip Vietnam Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi
Rekomendasi
Media Norwegia Pertanyakan...
Media Norwegia Pertanyakan Gol Inggris, Sebut Berpotensi Jadi Skandal Wasit Terbesar
Comeback McGregor Berakhir...
Comeback McGregor Berakhir Tragis, Cedera di Detik Pertama dan Kalah TKO
Datang Melayat, Bedu...
Datang Melayat, Bedu Ungkap Kenangan Terakhir Bersama Temon
Berita Terkini
Mahfud MD Soroti Pengalihan...
Mahfud MD Soroti Pengalihan Penyidikan Febrie Adriansyah ke Kejaksaan: Banyak yang Terkecoh
Febrie Adriansyah Dicegah...
Febrie Adriansyah Dicegah ke Luar Negeri
Baleg DPR Sangkal Kabar...
Baleg DPR Sangkal Kabar RUU Perampasan Aset Dicoret dari Prolegnas Prioritas 2026
Saatnya Koperasi Naik...
Saatnya Koperasi Naik Kelas
Momen Kapolri dan Jaksa...
Momen Kapolri dan Jaksa Agung Foto Bareng Menko Polkam, Panglima TNI, serta Kepala BIN
Prabowo: Yang Merasa...
Prabowo: Yang Merasa Indonesia Suram, Silakan kalau Mau Cari Negara Lain
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved