Perpres 82 Tahun 2020 Diteken untuk Antisipasi Keadaan Lebih Buruk

Jum'at, 24 Juli 2020 - 15:22 WIB
loading...
Perpres 82 Tahun 2020...
Petugas medis mengambil sampel cairan warga ketika melalukan tes usap (tes swab) di taman kawasan Pasar Keputran, Surabaya, Jawa Timur, Senin (20/7/2020). Foto/SINDOnews/Ali Masduki
A A A
JAKARTA - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 sekaligus Ketua Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, dikeluarkannya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2020 tentang Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 ( Covid-19 ) dan Pemulihan Ekonomi Nasional semakin menguatkan penanganan Covid-19 di Indonesia.

"Jadi sebenarnya dengan adanya Perpres ini, pemerintah melihat bahwa masalah ini ternyata tidak hanya kesehatan, masalahnya berlanjut ke ekonomi. Dan pemerintah mengantisipasi ini sebelum keadaan menjadi lebih buruk. Maka dari itu dibuatlah Perpres ini untuk menggabungkan penyelesaian masalah ini bukan hanya dari kesehatan," kata Wiku di di Media Center Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Graha BNPB, Jakarta, Jumat (24/7/2020).

Wiku mengatakan, Covid-19 adalah masalah multidimensional, sehingga dalam penanganannya tidak bisa dilepaskan dari sektor ekonominya. "Kesehatan ini tetap utama, penting, tetapi menangani masalah yang multidimensional ini tidak hanya diselesaikan dengan kesehatan saja. Supaya penyelesaian di bidang lainnya termasuk ekonomi bisa mendukung penyelesaian kesehatan juga menjadi lebih cepat. Jadi ini dua kekuatan yang digabung jadi satu fokus kita. Sehingga penanganannya bisa menjadi lebih cepat," tegas Wiku.(Baca juga: Kritik Pembubaran Gugus Tugas Covid-19, PKS Singgung Herd Immunity ).

Wiku pun mengatakan bahwa dalam lingkup tugas tidak ada perubahan meskipun telah diubah dari Gugus Tugas menjadi Satuan Tugas. "Sama sekali tidak ada perubahan dalam lingkup tugas dari Gugus Tugas yang berubah menjadi Satgas. Seluruhnya sampai daerah juga sama dengan kekuatan yang sama. Bahkan, kekuatannya ditambah dengan kebijakan-kebijakan yang kaitannya dengan ekonomi. Sehingga kedua ini menjadi satu kesatuan power Indonesia untuk bisa bangun."

Kata Wiku, jika masalah ekonomi tidak terselesaikan saat pandemi Covid-19, akan muncul masalah kesehatan lain. Ia mengatakan, dalam menyelesaikan bencana pandemi Covid-19 tidak boleh menimbulkan bencana yang lain. "Pasti masalah ekonomi kalau kita juga tidak selesaikan, akan muncul masalah kesehatan yang menjadi burden-nya menjadi double bahkan triple. Inilah yang harus kita antisipasi, sehingga penyelesaian Covid itu juga pasti harusnya menyelesaikan hal yang lain. Prinsipnya menyelesaikan bencana tidak boleh menimbulkan bencana yang lain," tegas Wiku.(Baca juga: Gugus Tugas Diganti Satgas Covid-19, Komisi XI DPR: Apa Urgensinya? )

Ia pun memberikan contoh masih banyak penyakit yang juga bahaya selain dari Covid-19. "Sebagai contoh misalnya kita menangani Covid, anggaran difokuskan ke situ. Padahal Indonesia ini masih punya penyakit infeksi lainnya, Tuberkulosis, HIV, stunting, dan seterusnya. Dan ini kalau tidak ditangani dengan bagus dari aspek ekonominya juga, maka akan menjadi masalah yang besar. Jadi fokusnya itu harus diperkuat. Sehingga menjadi kekuatan kita untuk bertahan dan bisa maju," kata Wiku.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Waspadai Lagi Covid-19,...
Waspadai Lagi Covid-19, Kemenkes Imbau Tetap Prokes dan Hidup Sehat
Saran Epidemiolog Cegah...
Saran Epidemiolog Cegah Lonjakan Covid-19 saat Libur Nataru
Kasus Covid-19 Naik,...
Kasus Covid-19 Naik, Menko Muhadjir Effendy Minta Masyarakat Jangan Panik
Bupati Bengkulu Selatan...
Bupati Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi Dilaporkan ke KPK Terkait Dugaan Korupsi Dana Covid-19
Status Pandemi Dicabut,...
Status Pandemi Dicabut, Menko PMK: Satgas Covid-19 Otomatis Bubar
Status Pandemi Dicabut,...
Status Pandemi Dicabut, Pemerintah Tetap Jamin Vaksinasi dan Pengobatan Pasien Covid-19
Eipstein Files : Covid-19,...
Eipstein Files : Covid-19, Konspirasi Tingkat Atas?
Epstein Files Singgung...
Epstein Files Singgung Bill Gates dan Simulasi Pandemi, Benarkah Covid-19 Sengaja Dibuat?
Rekor! Pria Ini Terinfeksi...
Rekor! Pria Ini Terinfeksi Covid-19 selama 2 Tahun Nonstop
Rekomendasi
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Megah di Panggung, Sepi...
Megah di Panggung, Sepi di Tribun: Potret Pembukaan Piala Dunia 2026 di Kanada
Berita Terkini
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Kejagung: Tersangka...
Kejagung: Tersangka Andri Mulyono Mark up Pengadaan Motor Listrik BGN
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved