Ketum PBNU: Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Harus Didekati dari Berbagai Perspektif
Sabtu, 03 Juni 2023 - 15:54 WIB
loading...
Pembukaan Rakornas LPBINU ditandai tabuhan rebana oleh Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Ketua LPBINU TB Ace Hasan Syadzily, dan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto di Pesantren Al-Hamidiyah Depok, Jabar, Sabtu (3/6/2023). FOTO/DOK.PBNU
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ( PBNU ) KH Yahya Cholil Staquf resmi membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU), Sabtu (3/6/2023). Rakornas yang berlangsung selama tiga hari, Jumat-Minggu (2-4/6/2023) itu digelar di Pesantren Al-Hamidiyah Depok, Jawa Barat.
Pembukaan Rakornas LPBINU ditandai dengan tawasul oleh Gus Yahya, sapaan akrab KH Yahya Cholil Tsaquf dan tabuhan rebana oleh Gus Yahya bersama Ketua LPBINU TB Ace Hasan Syadzily dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto.
"Mari kita membuka Rakornas dengan Alfatihah untuk baginda Rasul, para muassis Nahdlatul Ulama," ujar Gus Yahya dalam sambutannya.
Gus Yahya mengatakan, penanggulangan bencana dan perubahan iklim merupakan rangkaian kompleks dan harus didekati dari berbagai perspektif. "Menyangkut perubahan iklim ini sangat fundamental. Ini menyangkut satu set kebijakan kompleks yang harus didesain sedemikian rupa untuk menjadi output yang koheren," ujarnya.
Pembukaan Rakornas LPBINU ditandai dengan tawasul oleh Gus Yahya, sapaan akrab KH Yahya Cholil Tsaquf dan tabuhan rebana oleh Gus Yahya bersama Ketua LPBINU TB Ace Hasan Syadzily dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto.
"Mari kita membuka Rakornas dengan Alfatihah untuk baginda Rasul, para muassis Nahdlatul Ulama," ujar Gus Yahya dalam sambutannya.
Gus Yahya mengatakan, penanggulangan bencana dan perubahan iklim merupakan rangkaian kompleks dan harus didekati dari berbagai perspektif. "Menyangkut perubahan iklim ini sangat fundamental. Ini menyangkut satu set kebijakan kompleks yang harus didesain sedemikian rupa untuk menjadi output yang koheren," ujarnya.
Lihat Juga :