Pengamat Nilai Penyelenggaraan Pilkada 2020 Sangat Birisiko
Kamis, 23 Juli 2020 - 03:05 WIB
loading...
Pakar Komunikasi Politik dari UIN Jakarta Gun Gun Heryanto. Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok
A
A
A
JAKARTA - Penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak tahun ini dinilai sangat berisiko. Sebab pesta demokrasi itu bakal digelar di tengah Pandemi Covid-19 yang belum bisa dipastikan kapan berakhir.
Gun membeberkan dua dimensi penting terkait Pilkada 9 Desember 2020 nanti. Yakni, dimensi kesadaran publik dan dimensi kebijakan. Dua dimensi itu harus berkelindan menyukseskan Pilkada 2020.
"Maksud saya begini, masyarakatnya juga harus punya kesadaran tinggi bahwa memenuhi parameter-parameter demokrasi itu juga bagian penting partisipasi masyarakat itu menunjang sukses tidaknya proses konsolidasi demokrasi di Indonesia," ujar Pakar Komunikasi Politik dari UIN Jakarta Gun Gun Heryanto dalam Webinar Fokus SINDO bertajuk Kampanye di Masa Pandemi, Rabu (22/7/2020).
Menurut dia, hal tersebut penting untuk kemudian memastikan bahwa masyarakat datang ke tempat pemungutan suara (TPS) atau mengikuti beragam tahapan penyelenggaraan Pilkada itu dengan cara-cara prosedur demokratis.
(Baca juga: Simulasi Pilkada, Kemenkes Soroti Penggunaan Sarung Tangan dan Celup Tinta)
"Termasuk para pasangan calon, dimensi kesadaran itu menjadi penting, karena tidak ada negara demokrasi yang kemudian tumbuh menguat demokrasinya kalau kesadaran publiknya lemah," ujarnya.
Gun membeberkan dua dimensi penting terkait Pilkada 9 Desember 2020 nanti. Yakni, dimensi kesadaran publik dan dimensi kebijakan. Dua dimensi itu harus berkelindan menyukseskan Pilkada 2020.
"Maksud saya begini, masyarakatnya juga harus punya kesadaran tinggi bahwa memenuhi parameter-parameter demokrasi itu juga bagian penting partisipasi masyarakat itu menunjang sukses tidaknya proses konsolidasi demokrasi di Indonesia," ujar Pakar Komunikasi Politik dari UIN Jakarta Gun Gun Heryanto dalam Webinar Fokus SINDO bertajuk Kampanye di Masa Pandemi, Rabu (22/7/2020).
Menurut dia, hal tersebut penting untuk kemudian memastikan bahwa masyarakat datang ke tempat pemungutan suara (TPS) atau mengikuti beragam tahapan penyelenggaraan Pilkada itu dengan cara-cara prosedur demokratis.
(Baca juga: Simulasi Pilkada, Kemenkes Soroti Penggunaan Sarung Tangan dan Celup Tinta)
"Termasuk para pasangan calon, dimensi kesadaran itu menjadi penting, karena tidak ada negara demokrasi yang kemudian tumbuh menguat demokrasinya kalau kesadaran publiknya lemah," ujarnya.
Lihat Juga :