Tak Ada Capres Dominan di Pilpres 2024, Salah Pilih Cawapres Bisa Tergelincir

Sabtu, 13 Mei 2023 - 10:57 WIB
loading...
A A A
Dia melanjutkan, berbeda dengan Anies yang satu sisi telah dikucilkan kekuasaan. Dia menuturkan, Anies juga harus hadapi dua kelompok pro pemerintah, Ganjar dan Prabowo.

“Untuk itu Anies patut menimbang cawapres yang punya potensi meredam suara rival. Situasi bagi Anies memungkinkan cawapres yang dianggap sebagai tokoh atau elite, yang saat ini pro pemerintah, tokoh semisal Erick Thohir, Mahfud MD, atau bahkan Andika Perkasa, ini bisa menjadi pilihan yang baik di sisi mereka sudah siapkan AHY,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Djayadi Hanan mengatakan figur bakal cawapres juga tidak ada yang dominan. “Lima besar hampir merata elektabilitasnya: Emil, Sandi, AHY, Erick, Khofifah. Nama lain potensial Wapres Mahfud, Cak Imin, Airlangga. Kalau nama-nama itu dipasangkan dengan tiga nama capres teratas (Anies, Ganjar, Prabowo) semuanya bisa kompetitif,” ujar Djayadi Hanan dihubungi SINDOnews secara terpisah.

Maka itu, kata dia, menentukan cawapres harus menggunakan juga pertimbangan-pertimbangan lain selain elektabilitas individu. Pertama, komplementaritas.

“Apakah capres cawapres saling melengkapi, misal secara ideologis (nasionalis dan religius/santri, secara wilayah (Jawa luar Jawa, Jatim/Jateng vs Jabar/Banten), dan lain-lain,” tuturnya.

Kedua, kata dia, pertimbangan logistik atau kemampuan mendatangkan logistik untuk pemenangan. Ketiga, kecukupan syarat presidential threshold.

“Keempat, siapa yang duluan menjadi anggota koalisi, kalau datang belakangan tapi minta wapres tentu kurang prioritas dibanding yang duluan,” katanya.

Kelima, kecocokan kompetensi jika nanti menang dan memerintah. Keenam, faktor subyektif apakah capres cawapres saling cocok secara pribadi.

“Apakah pimpinan partai cocok dengan pribadi cawapres yang diusung. Jadi memang harus hati-hati milih cawapres. Juga harus mempertimbangkan siapa pasangan lawan,” pungkasnya.

Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia Ujang Komarudin mengakui tidak ada capres yang memiliki elektabilitas dominan saat ini. “Semua masih bisa susul menyusul atau saling mengungguli satu sama lain,” kata Ujang.

Maka itu, menurut dia, tiap capres memerlukan figur cawapres yang memiliki elektabilitas tinggi. “Untuk menambah daya gedor, untuk menambah kekuatan elektoral dari sang capresnya itu,” imbuhnya.

“Kalau posisi cawapresnya biasa-biasa saja, elektabilitasnya rendah, maka ya dalam konteks persaingan bisa tergelincir atau keluar dari arena atau bisa kalah dalam pertandingan di pilpres nanti,” sambung Ujang.

Jadi, lanjut Ujang, sejatinya posisi cawapres itu menentukan dalam konteks kontestasi saat ini. “Karena tidak adanya capres yang dominan terkait elektabilitas, tidak ada yang mencolok, tidak ada yang lebih tinggi satu dari yang lainnya,” pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Imparsial Desak Prabowo...
Imparsial Desak Prabowo Cabut Perpres Pengamanan Jaksa oleh TNI
Prabowo Minta Pembenahan...
Prabowo Minta Pembenahan Program MBG Dilakukan Cermat, Termasuk Anggaran per Porsi
Presiden Prabowo Diundang...
Presiden Prabowo Diundang ke Teheran oleh Pemerintah Iran
Melihat Koleksi Buku...
Melihat Koleksi Buku Presiden Prabowo di Perpustakaan Pribadinya: Sejarah Perang hingga Filsafat
Prabowo: Yang Merasa...
Prabowo: Yang Merasa Indonesia Suram, Silakan kalau Mau Cari Negara Lain
Prabowo Sindir Tamu...
Prabowo Sindir Tamu Tak Tahu Diri: Katanya Mau Dagang, Lama-lama Ngerampok
Prabowo Kumpulin Menteri...
Prabowo Kumpulin Menteri di Hambalang Bahas Harga Khusus BBM untuk Nelayan
Dukung Ketahanan Air...
Dukung Ketahanan Air dan Pangan, Dua Bendungan Garapan Nindya Karya Diresmikan Presiden
B50 Bawa RI Tak Lagi...
B50 Bawa RI Tak Lagi Impor Solar, Prabowo Klaim Hemat Devisa Rp170 Triliun
Rekomendasi
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
7 Tempat Penyimpanan...
7 Tempat Penyimpanan Emas Terbesar di Dunia, Ada yang Dijaga di Bawah Tanah hingga Benteng Super Ketat
Transformasi KAI Hadirkan...
Transformasi KAI Hadirkan Pengalaman Perjalanan Setara bagi Perempuan, Lansia, dan Disabilitas
Berita Terkini
PKS Ajak Gema Keadilan...
PKS Ajak Gema Keadilan Jadi Inkubator Pemimpin Muda
Wagub Banten Dimyati:...
Wagub Banten Dimyati: Walaupun Beda Partai, Hati Saya Tetap PPP
Dekopin: Juli Bulan...
Dekopin: Juli Bulan Koperasi, Banyak Daerah Masih Merayakan
Kelakar Prabowo: Nanti...
Kelakar Prabowo: Nanti Ada Pertandingan Jenderal-Jenderal, Saya Wasitnya
Aliansi Kebangsaan Serukan...
Aliansi Kebangsaan Serukan Indonesia Berdamai dengan Alam Hadapi Krisis Iklim
Prabowo Ungkap Indonesia...
Prabowo Ungkap Indonesia Segera Punya Motor Listrik Nasional, Siap Diluncurkan dalam Hitungan Minggu
Infografis
10 Penembak Jitu Terbaik...
10 Penembak Jitu Terbaik di Dunia, Salah Satunya Sniper Perempuan Soviet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved