Polri Gandeng Densus 88 dan BNPT Cegah Calon Anggota Polisi Terpapar Paham Radikal
Rabu, 19 April 2023 - 10:59 WIB
loading...
As SDM Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan pihaknya menggandeng BNPT dan Densus 88 Antiteror dalam rangka mencegah terpaparnya paham radikal kepada para calon anggota polisi via jalur Akpol, Bintara, dan Tamtama. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Staf Sumber Daya Manusia (SSDM) Polri menggandeng Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) dan Densus 88 Antiteror dalam rangka mencegah terpaparnya paham radikal dan perilaku menyimpang kepada para calon anggota polisi via jalur Akpol, Bintara, dan Tamtama tahun anggaran 2023.
As SDM Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan pihaknya telah menyiapkan alat uji dalam proses penerimaan Akpol, Bintara, dan Tamtama untuk mengecek karakter, kepribadian, dan mental bagi mereka yang menempuh pendidikan kepolisian.
Baca juga: Gaduh Pencopotan Brigjen Endar, Ketua KPK dan Kapolri Duduk Empat Mata
"Polri ingin mereka yang masuk Akpol, Bintara, dan Tamtama tidak terpapar paham radikal dan perilaku menyimpang, dan intoleran," ujar Dedi kepada wartawan, Rabu (19/4/2023).
Dedi menjelaskan SSDM Polri telah melakukan rapat koordinasi dengan Densus 88 Antiteror Polri dan BNPT. Disepakati, bahwa Densus 88 memiliki tools yang dapat mendeteksi paham radikal yang berbentuk quesioner fisik dan CAT (computer assisted translation).
As SDM Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan pihaknya telah menyiapkan alat uji dalam proses penerimaan Akpol, Bintara, dan Tamtama untuk mengecek karakter, kepribadian, dan mental bagi mereka yang menempuh pendidikan kepolisian.
Baca juga: Gaduh Pencopotan Brigjen Endar, Ketua KPK dan Kapolri Duduk Empat Mata
"Polri ingin mereka yang masuk Akpol, Bintara, dan Tamtama tidak terpapar paham radikal dan perilaku menyimpang, dan intoleran," ujar Dedi kepada wartawan, Rabu (19/4/2023).
Dedi menjelaskan SSDM Polri telah melakukan rapat koordinasi dengan Densus 88 Antiteror Polri dan BNPT. Disepakati, bahwa Densus 88 memiliki tools yang dapat mendeteksi paham radikal yang berbentuk quesioner fisik dan CAT (computer assisted translation).
Lihat Juga :