Lepas Tenaga Kesehatan ke Jerman, BP2MI Minta Pemerintah Perbanyak Skema G to G
Selasa, 18 April 2023 - 17:59 WIB
loading...
Kepala BP2MI Benny Rhamdani meminta pemerintah memperluas skema G to G penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) melepas sembilan calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) skema Government to Government (G to G) Jerman. Mereka merupakan tenaga kesehatan yang akan bekerja sebagai perawat di Kota Hamburg, Frankurt, Munich dan Nuremberg.
Kepala BP2MI Benny Rhamdani mengatakan, PMI adalah orang hebat yang berani ambil risiko meninggalkan keluarganya demi mencari nafkah.
“Mereka ini orang-orang hebat. Berani kerja di luar demi keluarga. Hebatnya lagi gaji mereka dikirim ke Indonesia dan menjadi devisa negara. Tapi jangan lupa orang hebat lainnya yaitu ibu dan bapak yang selalu memohon kepada Tuhan kesuksesan anaknya,” ujarnya saat pelepasan di lounge BP2MI Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (18/4/2023).
Baca juga: Kepala BP2MI: Perkuat Edukasi Pekerja Migran Cegah Eksploitasi Sindikat Ilegal
Jerman merupakan negara favorit penempatan karena memiliki Undang-undang pelindungan tenaga kerja asing dan memiliki gaji tertinggi. Menurut Benny, BP2MI sudah meminta kepada Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) untuk melakukan perluasan skema G to G.
Baca juga: BP2MI Berangkatkan 48.000 Calon Pekerja Migran yang Sempat Terancam Gagal
“Kita hanya mengusulkan. Tapi kewenangan di Kemnaker. Saat ini skema G to G hanya tiga negara. Sedangkan, P to P sebanyak 75 negara. Justru memberikan keleluasaan kepada perusahaan. Harusnya jika ditempatkan pemerintah itu lebih aman. Kita sedang usulkan 18 negara penempatan G to G," jelasnya.
Kepala BP2MI Benny Rhamdani mengatakan, PMI adalah orang hebat yang berani ambil risiko meninggalkan keluarganya demi mencari nafkah.
“Mereka ini orang-orang hebat. Berani kerja di luar demi keluarga. Hebatnya lagi gaji mereka dikirim ke Indonesia dan menjadi devisa negara. Tapi jangan lupa orang hebat lainnya yaitu ibu dan bapak yang selalu memohon kepada Tuhan kesuksesan anaknya,” ujarnya saat pelepasan di lounge BP2MI Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (18/4/2023).
Baca juga: Kepala BP2MI: Perkuat Edukasi Pekerja Migran Cegah Eksploitasi Sindikat Ilegal
Jerman merupakan negara favorit penempatan karena memiliki Undang-undang pelindungan tenaga kerja asing dan memiliki gaji tertinggi. Menurut Benny, BP2MI sudah meminta kepada Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) untuk melakukan perluasan skema G to G.
Baca juga: BP2MI Berangkatkan 48.000 Calon Pekerja Migran yang Sempat Terancam Gagal
“Kita hanya mengusulkan. Tapi kewenangan di Kemnaker. Saat ini skema G to G hanya tiga negara. Sedangkan, P to P sebanyak 75 negara. Justru memberikan keleluasaan kepada perusahaan. Harusnya jika ditempatkan pemerintah itu lebih aman. Kita sedang usulkan 18 negara penempatan G to G," jelasnya.
Lihat Juga :