Kebijakan AS terhadap China: Ketika Kebenaran Dikorbankan demi Keuntungan Politik

Senin, 13 Maret 2023 - 15:29 WIB
loading...
A A A
Hal ini menunjukkan bahwa bahkan hubungan antara negara-negara demokrasi belum tentu stabil dan damai. Meskipun AS merupakan negara demokratis, China belum sepenuhnya menjadi negara demokrasi yang diakui oleh Barat. Namun, di sisi lain, penulis berpendapat bahwa China secara bertahap mewujudkan demokratisasi, sehingga seharusnya tidak ada konflik antara kedua negara.

Namun, kenyataannya, ketegangan antara China dan AS mencerminkan kurangnya saling percaya antara kedua negara, yang menjadi salah satu penyebab utama konflik tersebut. Demokrasi cenderung menyelesaikan perselisihan melalui negosiasi, kerja sama, dan hukum internasional.

Namun, AS belum sepenuhnya mematuhi hukum internasional dan peraturan internasional saat menangani hubungan China-AS. Sebaliknya, AS mengambil beberapa tindakan yang tidak tepat, seperti memberlakukan sanksi sepihak dan membatasi kemajuan teknologi China, yang sulit dipahami dan disetujui oleh China, bahkan memperburuk kontradiksi antara kedua belah pihak.

Interaksi antara negara-negara demokrasi haruslah adil, timbal balik, dan menghindari pemaksaan kehendak melalui cara-cara koersif. Namun, dalam hubungan antara kedua negara, AS mengklaim melakukan persaingan yang adil di satu sisi, tetapi di sisi lain mencoba memaksa China untuk menerima kemauan AS dengan menahan dan menekan China. Pendekatan seperti itu bertentangan dengan prinsip keadilan dan timbal balik yang diharapkan oleh teori perdamaian demokratis.

Secara singkat, ada penyimpangan besar antara hubungan China-AS dan prinsip-prinsip dasar teori perdamaian demokratis, yang membuat stabilitas dan kerja sama hubungan China-AS menghadapi tantangan berat.

Hubungan China-AS menghadapi banyak tantangan dan konflik dalam beberapa tahun terakhir. Penyimpangan kebijakan AS terhadap China dan praktik penahanan serta penindasan adalah salah satu penyebab masalah tersebut. Penulis percaya bahwa China dan AS harus fokus pada kerja sama dan bersama-sama menyelesaikan tantangan global, daripada terus terlibat dalam konfrontasi demi apa yang disebut sebagai persaingan.

Pendekatan seperti itu hanya akan membuat kedua negara dan dunia semakin sulit. AS harus memandang perkembangan China dengan sikap terbuka dan toleran, bukan terus menahan dan menekan, tetapi mengambil langkah-langkah konstruktif untuk mendorong perkembangan hubungan China-AS.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bos FBI Temui Prabowo,...
Bos FBI Temui Prabowo, Artefak Papua yang Diselundupkan ke AS Kembali ke Indonesia
Perang Iran Menjadi...
Perang Iran Menjadi Warisan Buruk Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat
Airlangga Bertolak ke...
Airlangga Bertolak ke Shanghai Tanda Tangani Pendirian WAICO
Kritik Baru terhadap...
Kritik Baru terhadap Putusan Arbitrase Laut China Selatan: Perspektif Realisme
Satu Dekade Laut China...
Satu Dekade Laut China Selatan: Stabilitas Kawasan Ketimbang Kontestasi
UMKM Nasional Miliki...
UMKM Nasional Miliki Ketangguhan Hadapi Serbuan Produk China
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Trump Getok Tarif Impor...
Trump Getok Tarif Impor Baru ke 60 Negara, Sekutu di Asia Protes Keras
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Rekomendasi
Kasus Debt Collector...
Kasus Debt Collector dan Nasabah Digerebek di Purworejo Berakhir Damai
23 Juta Orang Teken...
23 Juta Orang Teken Petisi Boikot Argentina di Piala Dunia, Presiden Milei Meradang
Mudah Emosi dan Defensif?...
Mudah Emosi dan Defensif? Ternyata Kurang Tidur Bisa Jadi Penyebab Utamanya
Berita Terkini
Febrie Adriansyah Jadi...
Febrie Adriansyah Jadi Tersangka TPPU, Kejagung Paparkan Modusnya
Penyesuaian Tarif PNBP...
Penyesuaian Tarif PNBP Berkeadilan, Tarif Merek UMKM Tetap dan Pendaftaran Hak Cipta Lagu Gratis
Febrie Adriansyah Ditahan...
Febrie Adriansyah Ditahan Tanpa Rompi Pink, PB PMII: Cetak Sejarah
PWNU Jateng dan Konjen...
PWNU Jateng dan Konjen Tiongkok Jalin Kerja Sama Pendidikan, Gus Rozin Ikuti Jejak Gus Dur
Pakar Kebijakan Publik...
Pakar Kebijakan Publik Soroti Ego Sektoral Penegakan Hukum, Sarankan Pelibatan KPK
Smartwatch AI, Kala...
Smartwatch AI, Kala Algoritma Mulai Membentuk Cara Kita Menilai Diri
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved