Banser NU Merawat Kebhinekaan

Jum'at, 17 Februari 2023 - 19:21 WIB
loading...
A A A
Sejak pertama didirikan, Banser, yang identik dengan dengan atribut ala milter seperti baju loreng, topi baret, sepatu boots, serta atribut lainnya, memanggul tugas menjaga ajaran Islam Ahlussunnah Wal Jamaah. Tugas tersebut, diimplementasikan dalam upaya mempertahankan kemerdekaan Indonesia, yang tersalurkan melalui Resolusi Jihad.

Pada awal kemerdekaan Banser merupakan pelopor perjuangan dengan berdirinya organisasi semi militer Hizbullah. Dalam dawuh-nya, Kiai Hasyim Asyari menyampaikan bahwa agama dan nasionalisme adalah bagian dari dua kutub yang tidak berseberangan, nasionalisme adalah bagian dari agama dan keduanya saling menguatkan.

Sejak Indonesia merdeka, Banser telah mengikat janji untuk setia membela Pancasila dan Agama sampai titik darah penghabisan.
Seiring berjalannya waktu, di era kepemimpinan Soeharto, Banser terdiri dari anggota-anggota Ansor pilihan dikenal sebagai RPKAD (Resimen Pasukan Komando Angkatan Darat) atau pasukan elitnya NU. Banser menjadi mitra TNI dalam menghadapi berbagai macam ancaman dari kelompok pemberontak dan menjaga keutuhan NKRI.

Pada masa transisi peralihan dari Orde Lama ke Orde Baru yang identik dengan perseteruan aksi sepihak dari para komunis (PKI), Banser menjadi garda terdepan dalam menghadang aksi PKI yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia. Misalnya di Jawa Timur.

Singkatnya, hubungan antara TNI, ABRI, ataupun Polri dengan Banser semakin menguat dan harmonis. Banser dipercaya sebagai salah satu elemen penting dalam menjaga kedaulatan negara, termasuk di antaranya menjaga hubungan baik antar umat beragama.

Hingga hari ini, nama Banser semakin berkibar dan dikenal baik di ranah nasional atupun internasional. Banser tak pernah absen dalam mengemban amanah dari Polri untuk turut serta mengamankan kegiatan hari raya seperti Natal, Nyepi, dan lain-lain.

Satu di antara banyaknya kisah heroik Banser, yang telah diangkat menjadi film oleh Hanung Bramantyo, seorang sutradara kenamaan di Indonesia. Film ini mengisahkan sifat militansi dari salah satu anggota Banser, Riyanto, yang rela mempertaruhkan nyawa demi menyelamatkan gereja saat malam Natal, 24 Desember 2000.

Di tahun 2018, salah seorang cendikiawan asal Amerika Ronald Lukens-Bull menunjukkan ketertarikannya kepada Banser. Dia berargumen bahwa tidak ada organisasi kepemudaan yang memiliki sikap militansi setinggi Banser.

Atas dasar kecintaannya kepada NKRI, Banser mengesampingkan perbedaan antar agama dan bersedia membantu, menjaga, menunjukkan rasa hormat kepada umat agama lain. Sikap toleransi anggota Banser bisa dikatakan sebagai sifat toleransi level tertinggi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
Rupiah, IHSG, dan Krisis...
Rupiah, IHSG, dan Krisis Kepercayaan
PP 20/2026: Menambah...
PP 20/2026: Menambah Penerimaan Negara atau Menambah Beban UMKM?
Ujian Kapasitas Negara,...
Ujian Kapasitas Negara, Bukan Sekadar Kasus Korupsi
Menata Demokrasi Produktif...
Menata Demokrasi Produktif untuk Kesejahteraan Lintas Generasi
Kemenag Fasilitasi Penyelesaian...
Kemenag Fasilitasi Penyelesaian GMS Bantul, Stafsus Menag: Kedepankan Musyawarah
Menag: Pembubaran Ibadah...
Menag: Pembubaran Ibadah di Bantul Tak Boleh Terulang Lagi
Sesalkan Pembubaran...
Sesalkan Pembubaran Ibadah GMS Bantul, Kemenag Minta Polda DIY Tangkap Pelaku
Rekomendasi
Indonesia Manufacturing...
Indonesia Manufacturing Symposium 2026, Membangun Sistem Enterprise
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
Bukan Sekadar Bisnis,...
Bukan Sekadar Bisnis, Sektor Keuangan Mikro Integrasikan Kelestarian Alam ke Dalam Ekosistem UMKM
Berita Terkini
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
Panitia Mubes Kosgoro...
Panitia Mubes Kosgoro 1957 Terima Dokumen Lengkap Caketum La Ode Safiul Akbar
Infografis
Panduan Merawat Keluarga...
Panduan Merawat Keluarga Isolasi Mandiri Karena Covid-19
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved