Fair Use dan Fair Dealing dalam UU Hak Cipta
Kamis, 09 Februari 2023 - 12:49 WIB
loading...
A
A
A
Namun, sebagai latar belakang, menurut Michael Donaldson dan Lisa Calliff dalam Clearance & Copyright, konsep “penggunaan yang wajar” ini pertama kali diperkenalkan ke dalam undang-undang hak cipta AS oleh pengadilan di Massachusetts pada tahun 1841. Ketika itu, Pendeta Charles W. Upham menulis dua jilid buku setebal 866 halaman tentang George Washington. Sebanyak 353 halaman dari kedua jilid itu berasal dari surat-surat yang ditulis oleh George Washington. Surat-surat ini sumbernya adalah koleksi milik Sparks, yang telah membelinya, mengarsipkannya, menerbitkannya, dan - yang paling penting - memiliki hak cipta untuk mereka.
Jadi, buku Pendeta Upham hampir seluruhnya didasarkan pada surat-surat itu. Tanpa surat-surat itu, buku tersebut kurang berarti. Terlebih lagi, Pendeta Upham mengambil bagian surat yang paling menarik dan berharga. Spark menggugat pendeta Upham karena dianggap melakukan pelanggaran hak cipta. Pendeta. Upham berargumen, "Wajar kalau saya bisa menggunakan surat-surat ini dalam buku saya."
Tapi pengadilan memenangkan Sparks. Saat itu, tidak ada kasus “penggunaan yang wajar” di AS, sehingga hakim harus membuat logika untuk kesimpulannya. Singkat cerita,.sejak itu pengadilan terus mengembangkan dan menyempurnakan konsep fair use dan fair dealing ini selama hampir 175 tahun.
Namun, penggunaan yang wajar bukanlah undangan untuk merampas kekayaan intelektual orang lain alih-alih menciptakan karya Anda sendiri. Penggunaan yang wajar hanyalah pembatasan dan pengecualian atas hak monopolistik yang diberikan oleh hukum kepada pemilik hak cipta. Fair use dan fair dealing memungkinkan Anda membuat sesuatu yang baru dengan menggunakan kreasi orang lain sebagai bahan atau salah satu elemen dalam campuran baru, karya baru.
Jadi, buku Pendeta Upham hampir seluruhnya didasarkan pada surat-surat itu. Tanpa surat-surat itu, buku tersebut kurang berarti. Terlebih lagi, Pendeta Upham mengambil bagian surat yang paling menarik dan berharga. Spark menggugat pendeta Upham karena dianggap melakukan pelanggaran hak cipta. Pendeta. Upham berargumen, "Wajar kalau saya bisa menggunakan surat-surat ini dalam buku saya."
Tapi pengadilan memenangkan Sparks. Saat itu, tidak ada kasus “penggunaan yang wajar” di AS, sehingga hakim harus membuat logika untuk kesimpulannya. Singkat cerita,.sejak itu pengadilan terus mengembangkan dan menyempurnakan konsep fair use dan fair dealing ini selama hampir 175 tahun.
Namun, penggunaan yang wajar bukanlah undangan untuk merampas kekayaan intelektual orang lain alih-alih menciptakan karya Anda sendiri. Penggunaan yang wajar hanyalah pembatasan dan pengecualian atas hak monopolistik yang diberikan oleh hukum kepada pemilik hak cipta. Fair use dan fair dealing memungkinkan Anda membuat sesuatu yang baru dengan menggunakan kreasi orang lain sebagai bahan atau salah satu elemen dalam campuran baru, karya baru.
(wur)
Lihat Juga :